Harga Ayam Melonjak Meski Pasokan Cukup, Pedagang Ungkap Penyebabnya

Andi M. Arief
5 April 2022, 21:03
Ayam
Unsplash/Thomas Iversen
Ayam merupakan contoh hewan aves

Harga ayam di dalam negeri telah menyentuh rekor baru dengan harga rata-rata Rp 41 ribu per kilogram (Kg), meski pasokan di dalam negeri telah mencukupi. Kenaikan harga jagung internasional yang menjadi pakan ayam, dinilai menjadi pemicunya. 

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mendata harga ayam di Pulau Jawa dan sekitarnya kini ada di rentang Rp 37.800 sampai Rp 38.000 per kilogram (Kg). Sementara itu, harga di bagian timur Indonesia ada di kisaran level Rp 47.650 per Kg. 

"Kenapa harga ayam melonjak? Karena harga pakannya tinggi. 70% (biaya produksi) di peternakan ayam itu adalah pakan dan konsentrat," kata Wakil Sekretaris Jenderal Kajian Penelitian dan Pengembangan Ikappi Putri Bilanova kepada Katadata, Selasa (5/4). 

Putri mengatakan harga jagung di dalam negeri melonjak karena pengaruh harga jagung internasional. Hal tersebut disebabkan oleh naiknya permintaan jagung oleh Cina dari kondisi normal. 

Seperti dilansir Reuters, impor jagung oleh Negeri Panda melonjak 152% menjadi 28,35 juta ton pada 2021. Adapun, total impor jagung ke Cina pada 2020 hanya mencapai 11,3 juta ton. 

Oleh karena itu, Putri menyatakan harga ayam di dalam negeri ikut naik walaupun pasokan daging ayam di dalam negeri telah mencukupi kebutuhan selama Ramadan 2022. Putri mengingatkan agar pemerintah tetap waspada akan kenaikan harga ayam dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 2022. 

"Ini harus diantisipasi pemerintah, terutama kementerian terkait, untuk berkolaborasi agar bisa bekerja bersama-sama untuk meringankan beban masyarakat untuk mengurangi atau mengendalikan harga bahan-bahan pokok," ujar Putri. 

Sebelumnya, Putri memperkirakan titik lonjakan permintaan ketiga pada Ramadan akan terjadi pada 2-3 hari setelah Lebaran 2022. Pembatasan kendaraan niaga tidak diberlakukan pada periode tersebut, namun potensi tersendatnya barang di pasar masih ada. 

Putri memproyeksi banyak komoditas yang tidak dapat ditemukan di pasar tradisional. Pasalnya, banyak pedagang pasar yang masih mudik maupun tidak memiliki pasokan.

"Fase ini juga rawan. Kami berharap pemerintah juga mengantisipasi fase ini agar masyarakat bisa tersenyum dan lancar menjalankan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2022," kata Putri. 

Terpisah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah mengatakan kebutuhan daging ayam ras masih dapat dipenuhi seluruhnya dari dalam negeri. Nasrullah mencatat kebutuhan daging ayam ras melonjak 32,96% menjadi 363,78 ribu ton per April 2022. 

Adapun, ketersediaan ayam daging ras selama Ramadhan 2022 mencapai 612,65 ribu ton. Secara rinci, produksi daging ayam ras pada awal kuartal II-2022 sejumlah 443,43 ribu ton, sedangkan persediaan dari bulan sebelumnya mencapai 169,21 ribu ton. 

Senada, kebutuhan telur ayam ras saat Ramadhan 2022 mencapai 485,01 ribu ton, sedangkan produksinya hingga 507,71 ribu ton. 

Namun demikian, Nasrullah mengakui ada keganjilan pada harga ayam daging ras dan telur ayam ras saat ini. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat harga ayam di pasar tradisional telah menembus level Rp 40 ribu, sementara itu harga telur ayam kembali melonjak ke posisi Rp 25,5 ribu per kilogram (Kg). 

"Yang bersoal (harga) di farm gate, di kandang. Sampai hari ini masih jomplang harga karas di tingkat konsumen akhir dan di harga ayam hidup dan telur di peternak," kata Nasrullah. 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...