Beradu Pasar dengan Perusahaan Raksasa, Ribuan Peternak Ayam Bangkrut

Andi M. Arief
5 Oktober 2022, 06:00
Adhi pemilik peternakan ayam Bogor mengaku membuka usaha ayam potong adalah sebuah solusi dalam kondisi ini, Jawa Barat (31/8).
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Adhi pemilik peternakan ayam Bogor mengaku membuka usaha ayam potong adalah sebuah solusi dalam kondisi ini, Jawa Barat (31/8).

Peternak ayam mandiri mengeluhkan banyaknya integrator atau perusahaan raksasa yang masuk ke pasar tradisional. Perusahaan raksasa tersebut menjual produknya dengan harga sangat murah sehingga peternak mandiri kalah saing dan terpaksa gulung tikar.

"Jumlah yang gulung tikar hingga puluhan ribu," kata Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) Alvino Antonio kepada Katadata.co.id, Selasa (4/10).

Advertisement

Dia mengatakan, perusahaan besar tersebut memiliki rantai pasok dari hulu ke hilir seperti  PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Akibatnya mereka bisa mengendalikan harga di pasar.

Alvino mengatakan, perusahaan raksasa tersebut seharusnya tidak boleh bermain di lahan yang sama dengan peternak mandiri. "Seharusnya mereka kan mausk ke pasar ekspor, namun sekarang mereka malah masuk ke pasar becek (pasar tradisional) yang seharusnya diisi oleh peternak mandiri, akibatnya pasar jadi oversupply," katanya.

Dia mengatakan, kondisi pasar yang kelebihan pasokan tersebut mengakibatkan harga ayam menjadi jatuh di tingkat peternak. "Peternak kecil yang masuk dalam kelompok UMKM merugi triliunan rupiah akibat over supply dan integratir menjual ayam hidup di bawah Harga Pokok Produksi peternak mandiri UMKM," ujarnya.

Alvino mengatakan,  peternak mandiri UMKM tidak bisa bergabung ke dalam kemitraan konvensional bisnis perusahaan terintegrasi. Pasalnya para peternak mandiri ini tidak bisa memenuhi persyaratan karena memeiliki kapasitas lahan dan kandang yang tidak besar.

Pasar kelebihan pasokan ayam

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia atau Pinsar, Muchlis Wahyudi, mengatakan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk memiliki andil besar dalam kondisi kelebihan pasokan daging ayam saat ini. Namun demikian, kedua perusahaan ternak besar tersebut juga dinilai terdampak dari kondisi kelebihan pasok.

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement