Penerbangan Langsung India ke Indonesia Dibuka Lagi, Simak Rinciannya
Maskapai IndiGo Airlines membuka penerbangan langsung perdana dari India ke Indonesia dengan rute Mumbai ke Jakarta. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, menyambut penerbangan tersebut yang sudah lama dinantikan.
“Melalui penerbangan IndiGo ini, diharapkan akan mendatangkan lebih banyak wisman India ke Indonesia, sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan devisa negara dari sektor pariwisata serta penambahan lapangan kerja,” kata Sandiaga, Senin (7/8).
Sandiaga mengatakan, pendaratan pesawat IndiGo di Jakarta ini juga menjadi penanda dibukanya kembali rute penerbangan langsung dari originasi India ke Indonesia setelah sempat vakum selama 4 tahun. Rute ini akan beroperasi satu kali penerbangan setiap harinya.
“Ke depan, diyakini akan lebih banyak lagi maskapai yang membuka rute penerbangan langsung, mengingat tren pasar wisatawan mancanegara asal India selalu meningkat dan Indonesia merupakan destinasi yang amat disukai oleh wisman asal India dengan keindahan alam dan kemiripan budayanya,” katanya.
IndiGo Airlines akan menggunakan pesawat Airbus A320 bernomor 6E-1601 yang akan berangkat dari Mumbai pukul 07.55 waktu India dan tiba di Jakarta pukul 16.10 WIB dengan membawa 167 penumpang.
Turis India Diprediksi Banjiri Indonesia
Turis India diprediksi membanjiri negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia dalam satu dekade ke depan. Fenomena ini mengukuhkan India sebagai pasar pertumbuhan utama untuk sektor perjalanan dan pariwisata yang tertekan karena perlambatan ekonomi Cina.
Sejumlah pelaku industri Asia Tenggara berlomba-lomba untuk menawarkan produk dan jasanya kepada wisatawan India, mulai dari maskapai penerbangan hingga jaringan perhotelan yang menawarkan ribuan kamar. Semua tak lepas dari pertumbuhan kelas menengah India yang terus berkembang diikuti peningkatan daya beli warga negara tersebut.
"Asia Tenggara jelas berada di posisi yang sangat baik untuk banyak pertumbuhan yang pasti akan datang dari India," kata analis penerbangan Brendan Sobie, seperti dikutipmdari Reuters, Senin (17/7).
Industri perjalanan dan pariwisata sangat penting bagi beberapa ekonomi Asia Tenggara dan menyumbang sekitar 12% dari produk domestik bruto kawasan sebelum pandemi COVID-19. Sektor tersebut juga mempekerjakan lebih dari 40 juta orang di kawasan itu, menurut Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan.
Geser Posisi Cina Selama sekitar satu dekade, sektor pariwisata di Asia Tenggara didorong oleh pertumbuhan wisatawan Cina. Namun data resmi dari empat negara Asia Tenggara menunjukkan jumlah pengunjung Cina yang melemah 60% dari bulan yang sama tahun 2019, atau sebelum pandemi.
Sementara itu Bank Pembangunan Asia atau ADB dalam laporannya Mei 2023 menyatakan India dapat muncul sebagai Cina berikutnya dalam hal pertumbuhan "wisatawan mancanegara" selama satu dekade berikutnya.
"India bisa menjadi cerita dalam satu dekade setelah pandemi untuk pariwisata," katanya.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 865,81 ribu kunjungan pada April 2023. Jumlah tersebut meningkat tajam 270,34% dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada April 2022 (year-on-year/yoy).
Sementara dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman menurun tipis sebesar 0,39% dari Maret 2023 (month-to-month/m-t-m) atau sebanyak 869,24 ribu kunjungan. Berdasarkan wilayahnya, wisman dari negara-negara Association of South-East Asian Nations (ASEAN) jadi yang terbanyak. Jumlah kunjungannya mencapai 332,01 ribu kunjungan.
