Mentan Amran Targetkan Indonesia Bebas Impor Beras pada 2025

Andi M. Arief
27 Oktober 2023, 13:42
beras, impor beras
ANTARA FOTO/Irfan Anshori
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Dua Kanan) menargetkan, Indonesia tak perlu impor beras pada 2025.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan Indonesia bebas dari kebutuhan impor beras paling cepat pada 2025. Ia optimis karena hal tersebut dapat dicapai saat ia menjabat sebagai menteri pertanian pada 2014-2019.

Amran mengatakan, Indonesia tidak mengimpor beras pada 2017 dan 2019. "2020 enggak ada impor, 2021 enggak ada. Impor beras mulai terjadi pada 2022 dan 2023," kata Amran di kantornya, Jumat (27/10).

Ia mengatakan, pada era kepemimpinannya, Indonesia juga tak perlu mengimpor jagung pada 2017-2018. Menurut dia, Indonesia tak perlu impor dapat dilakukan jika petani diberikan ruang meraup keuntungan.

Amran menjelaskan, motivasi petani untuk kembali menanam akan tinggi jika mendapatkan keuntungan pada setiap masa panen. Berdasarkan hal tersebut, menurut dia, strategi yang diterapkan saat meniadakan impor jagung adalah penerbitan kebijakan harga dasar jagung.

Menurut Amran, kebijakan tersebut menjaga harga jagung pada puncak masa panen. Dengan demikian, keuntungan petani dapat terjaga walaupun pasokan jagung di pasar melimpah.

"Di lampung, di pinggir jalannya ditanami jagung karena harganya menguntungkan. Siapa saja yang diberi ruang untung maka produktif," ujarnya.

Pengamat Pertanian dan Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan, kebijakan untuk tidak impor  berimplikasi pada harga jagung saat ini. Kenaikan harga jagung berdampak pada harga telur dan daging ayam yang ikut menanjak sejak harga jagung naik.

Khudori menilai, kebijakan larangan impor jagung juga membuat masalah baru, yakni lonjakan impor gandum. BPS mendata nilai impor gandum menembus US$ 3 miliar pada dua tahun terakhir.

"Beras jangan sampai seperti itu. Mengejar target produksi dan menutup keran impor. Di sisi lain, komoditas substitusi meledak impornya. Itu kan kamuflase, bukan sesuatu yang riil," kata nKhudori kepada Katadata.co.id.

Oleh karena itu, Khudori mendorong Amran untuk hanya melaksanakan program kerja yang riil. Dengan kata lain, ia menyarankan Amran untuk memasang pondasi produksi bagi pemerintahan selanjutnya.

Khudori menilai langkah tersebut lebih nyata walau Amran tidak bisa menikmati hasil program tersebut. Ia berpendapat hal tersebut realistis mengingat masa jabatan Amran kurang dari setahun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...