Starbucks PHK 1.100 Karyawan Korporat, Operasional Gerai Tetap Aman

Ringkasan
- Starbucks mengumumkan PHK terhadap 1.100 karyawan tingkat korporat dan tidak mengisi posisi kosong untuk menyederhanakan struktur dan meningkatkan efisiensi.
- PHK tersebut tidak berdampak pada pekerja gerai, serta karyawan di bidang roasting, manufaktur, pergudangan, dan distribusi.
- Keputusan ini merupakan bagian dari upaya Starbucks untuk menarik kembali pelanggan setelah penurunan penjualan dan menghadapi persaingan di pasar utama seperti AS dan Cina.

Starbucks mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.100 karyawan di tingkat korporat dan tidak akan mengisi beberapa ratus posisi yang saat ini kosong. Keputusan ini disampaikan oleh CEO Starbucks, Brian Niccol, pada Senin (24/2).
"Kami menyederhanakan struktur, menghilangkan lapisan birokrasi serta duplikasi, dan menciptakan tim yang lebih kecil serta gesit," tulis Niccol melalui pesan email kepada karyawan dikutip dari CNBC Internasional, Senin (24/2).
Dengan kebijakan itu, Niccol menyatakan bahwa Starbucks akan beroperasi dengan lebih lebih efisien, meningkatkan akuntabilitas, mengurangi kompleksitas, dan mendorong integrasi yang lebih baik.
PHK ini tidak berdampak pada pekerja di gerai Starbucks, tetapi hanya pada karyawan di tingkat korporat. Mereka yang bekerja di bidang roasting, manufaktur, pergudangan, dan distribusi juga tidak terdampak.
Keputusan ini diambil di tengah upaya Starbucks untuk menarik kembali pelanggan setelah penurunan penjualan di gerai yang sama selama empat kuartal berturut-turut.
Niccol, yang menjabat sejak tahun lalu, telah berupaya mempercepat layanan guna menghadapi persaingan dengan kompetitor yang menawarkan harga lebih terjangkau, terutama di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Cina.
Sebagai informasi, pada tahun lalu Starbucks memiliki sekitar 16.000 karyawan yang bekerja di luar gerai, seperti divisi korporat dan fungsi pendukung lainnya.
Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tahun 1971 di Seattle, Amerika Serikat, dan sejak itu berkembang menjadi salah satu jaringan kedai kopi terbesar di dunia.
Saat ini, Starbucks memiliki ribuan gerai yang tersebar di lebih dari 80 negara, menawarkan berbagai produk berbasis kopi, teh, serta makanan pendamping.
Perusahaan ini dikenal dengan berbagai produk kopi berkualitas tinggi, minuman berbasis espresso, teh, serta aneka makanan dan camilan. Selain itu, Starbucks juga menawarkan produk kopi kemasan yang dijual di supermarket dan secara daring.