Mentan Amran Temui TH Group asal Vietnam, Bahas Investasi Peternakan Sapi di RI

Ringkasan
- MG Motor Indonesia merilis MG 4 EV rakitan Cikarang dengan harga Rp 433 juta, lebih murah Rp 216 juta dari harga sebelumnya.
- MG 4 EV mengusung desain yang menggabungkan teknologi canggih dengan konsep energetic-agility, serta menggunakan rear wheel drive yang menjadikannya mobil listrik pertama di dunia dengan teknologi tersebut.
- MG 4 EV telah meraih peringkat bintang lima untuk keamanan dari uji pemeringkat tingkat nasional, dan dibekali teknologi baterai rubik yang mendistribusikan berat secara merata.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjadwalkan pertemuan dengan perwakilan TH Group asal Vietnam sore ini, Senin (10/3). Pertemuan tersebut akan membahas lebih lanjut teknis investasi perusahaan pada industri peternakan sapi Indonesia.
"Target impor sapi indukan kita lebih dari 3 juta ekor, tapi TH Group berani berkomitmen untuk mengimpor 50%," kata Amran di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (10/1).
TH Group dikabarkan akan mendatangkan 250 ribu ekor sapi indukan untuk memenuhi kebutuhan susu sapi segar nasional. Amran menyampaikan angka tersebut kini berubah menjadi sekitar 1,5 juta ekor atau naik lebih dari enam kali lipat dari rencana awal.
Investasi ini sejalan dengan langkah pemerintah melakukan hilirisasi industri peternakan dengan konsep terintegrasi. Ada 10 kluster di sembilan provinsi yang terlibat, yakni DI Aceh, Sumatra Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Rencana hilirisasi industri peternakan ditargetkan menyerap 7.510 tenaga kerja di dalam negeri. Investasinya mencapai Rp 2,82 triliun dan menghasilkan nilai tambah hingga Rp 11,34 triliun.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda menargetkan volume impor sapi hidup tahun depan mencapai 400 ribu ekor. Pemerintah menargetkan impor sapi mencapai 2 juta ekor hingga 2029.
Importasi tersebut akan dilakukan oleh investor. Jumlah investor yang telah menyatakan komitmen dalam usaha peternakan sapi sejauh ini mencapai 200 entitas.
Jumlah investor dalam peternakan sapi perah mencapai 134 entitas, sedangkan investor peternakan sapi potong baru sekitar 70 entitas. Perbedaan jumlah ini, menurut Agung, karena sapi perah dapat langsung menghasilkan produk, sedangkan peternakan sapi potong memakan waktu penggemukan sekitar dua tahun sebelum panen.
Ia menyampaikan, ada dua skema investasi yang ditawarkan pemerintah kepada seluruh investor tersebut, yakni pembangunan peternakan dan kemitraan. Investor asing secara umum memilih membangun peternakan, sedangkan investor lokal memilih skema kemitraan.
Investor lokal mendominasi komitmen investasi yang diterima pemerintah. Namun, jumlah sapi yang didatangkan ke dalam negeri tetap didominasi oleh investor asing.