Pemerintah Siapkan 2.000 Rumah Subsidi Bagi Pengemudi Ojol

Kamila Meilina
8 April 2025, 19:47
Foto udara rumah subsidi Program Rumah untuk Guru Indoensia yang masih dalam tahap pembangunan di Perumahan Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). Pemerintah dalam program tersebut meluncurkan 20 ribu rumah subsidi untu
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt.
Foto udara rumah subsidi Program Rumah untuk Guru Indoensia yang masih dalam tahap pembangunan di Perumahan Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). Pemerintah dalam program tersebut meluncurkan 20 ribu rumah subsidi untuk guru di Indonesia yang merupakan inisiatif pemerintah melalui Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Badan Pusat Statistik dengan menyediakan ruma
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rumah subsidi tersebut diperuntukkan bagi mitra pengemudi roda dua maupun roda empat.

Hal ini disebutnya berdasarkan arahan Presiden Prabowo agar perumahan atau rumah subsidi bisa tepat sasaran dan diberikan kepada masyarakat yang sesuai kriteria. 

“Saat ini, batas penghasilan untuk keluarga itu Rp 8 juta per bulan, kalau single belum menikah masih kami bicarakan. Khusus Papua, single Rp 7 juta, dan keluarga Rp 10 juta," ujar Maruarar dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (8/4). 

Dia mengatakan, kriteria tersebut akan terus diperbarui bersama tim Badan Pusat Statistik (BPS).  Program ini merupakan bagian dari target alokasi 220.000 unit rumah subsidi yang disediakan pada tahun 2025. 

 Maruarar mengatakan pemerintah telah membaginya ke dalam 13 segmen penerima manfaat, termasuk tenaga kesehatan, guru honorer, ASN daerah, petani, buruh, TNI, Polri, dan kini termasuk juga pengemudi ojol.

 Adapun alokasi ini mencakup sektor kesehatan sebanyak 30.000 unit, petani 20.000 unit, buruh 20.000 unit, Polri 14.500 unit, TNI AD 5.000 unit, dan wartawan 1.000 unit. 

Khusus bagi mitra pengemudi Gojek pemerintah mengalokasikan 2.000 unit dengan masing-masing 1.000 unit bagi mitra roda dua dan roda empat. Realisasi program sampai hari ini, dari 1 Januari hingga 8 April 2025, sudah 53.645 unit yang KPR-nya dirilis. 

 “Tapi kalau dari pelantikan Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2024 sampai sekarang, totalnya 142.226 unit rumah, termasuk yang sudah terbangun dan siap akad," kata Maruarar.

 Adapun BTN menjadi bank penyalur terbesar dengan kontribusi 74% dari total KPR subsidi. Pemerintah juga akan menambah anggaran subsidi rumah agar lebih banyak rakyat yang kebagian manfaat tersebut.

 “Jadi kami juga berterima kasih kepada BTN, juga berkat bantuan luar biasa dari Presiden Prabowo, DPR, dan Kementerian Keuangan," kata Maruarar.

 Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Gojek, Patrick Walujo memyambut kerja sama dengan pemerintah dalam program ini. Ia mengungkap Gojek sebelumnya telah mengadakan program serupa sejak 2018 dengan nama Swadaya. 

 “Untuk membantu para mitra kami untuk bisa memiliki rumah. Namun jumlahnya pada sampai saat ini masih minimum,” kata Patrick. 

 Selain bersama Kementerian PKP, Gojek menegaskan siap bekerja sama dengan Bank BTN dan lembaga terkait dalam menciptakan program yang bisa dijangkau oleh mitra pengemudi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...