Pemerintah Akan Longgarkan Syarat KUR Petani Tebu Demi Capai Swasembada Gula

Andi M. Arief
7 Juli 2025, 16:59
Petani mengangkut tebu saat panen di kawasan Prambon, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (25/6/2025). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan luas area panen tebu Jatim di tahun 2025 sebesar 252.135 hektare dengan proyeksi penggilingan tebu sebesa
ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz
Petani mengangkut tebu saat panen di kawasan Prambon, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (25/6/2025). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan luas area panen tebu Jatim di tahun 2025 sebesar 252.135 hektare dengan proyeksi penggilingan tebu sebesar 18.777.409 ton, rendemen sebesar 7,76 persen sehingga produksi gula Jawa Timur diperkirakan akan menembus angka 1.457.900 ton.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan melonggarkan ketentuan Kredit Usaha Rakyat atau KUR bagi petani tebu. Langkah tersebut dinilai dapat menggenjot produksi gula di dalam negeri.

Amran mencatat produksi gula nasional hanya mencapai 2,46 juta ton per tahun atau sekitar 30% dari kebutuhan nasional. Sebab, luas kebun tebu saat ini hanya sekitar 520 ribu hektare dengan produktivitas 63,7 ton per hektare.

"Dengan demikian, produksi gula nasional masih kurang 5,6 juta ton per tahun yang kini dipenuhi dari impor. Dalam rangka percepatan swasembada gula, kami telah membentuk skema KUR khusus tebu," kata Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Senin (7/7).

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, permintaan gula dari rumah tangga mencapai 3,4 juta ton per tahun, sedangkan dari sektor manufaktur hingga 4,7 juta ton per tahun. Pendorong rendahnya produksi gula adalah tingkat rendemen atau hasil produksi dari tebu menjadi gula hanya 7,41%.

Amran memberikan sinyal bahwa solusi yang dipilih pemerintah dalam rangka swasembada gula adalah meningkatkan produksi tebu di dalam negeri. Sebab, penyaluran KUR khusus tebu dapat diajukan secara individu maupun kelompok.

Kementerian Pertanian mendata lebih dari 60% lahan kebun tebu nasional merupakan kebun rakyat atau dimiliki perorangan. Sementara itu, kontribusi kebun miliki perusahaan besar mencapai 27% dan negara berkontribusi sekitar 12%.

Amran memaparkan setiap petani tebu dapat mengajukan KUR dengan plafon Rp 500 juta. Menurutnya, plafon tersebut tidak berlaku kumulatif dan bukan KUR komersial.

Dengan kata lain, bunga KUR khusus petani tebu tetap sebesar 6%. Amran menjelaskan relaksasi aturan KUR khusus tebu dilakukan untuk meningkatkan hasil panen dan mendukung ketahanan pangan.

"Pemerintah menargetkan regulasi terkait KUR khusus tebu terbit bulan ini. Diharapkan produksi gula naik signifikan dengan program ini, sehingga upaya swasembada gula bisa terwujud," katanya.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID Food) menargetkan produksi gula tahun ini meningkat 14% menjadi 350.000 ton, meskipun pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 16,28%. Tahun 2023, produksi ID Food naik dari 264.000 ton menjadi 307.000 ton.

Sebelumnya, Direktur Utama ID Food, Sis Apik Wijayanto, menjelaskan bahwa peningkatan produksi didorong oleh efisiensi rendemen, yang meningkat dari 7,65% pada tahun lalu menjadi 7,75% tahun ini. Meski demikian, ID Food masih menghadapi tantangan untuk mencapai level rendemen 8%.

Selain itu, pertumbuhan produksi juga ditopang oleh peningkatan luas tanam dan produksi tebu lokal. Produktivitas perkebunan tebu diproyeksikan meningkat dari 5 ton per hektare menjadi 7 ton per hektare.

Perluasan lahan tanam juga dilakukan oleh beberapa perusahaan, termasuk Perum Perhutani yang menambah kebun tebu seluas 6.000 hektare. "Mayoritas perluasan tanam terjadi di Jawa Timur. Banyak pekarangan rumah di Malang kini ditanami tebu karena harga dan rendemen yang bagus," kata Sis.


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...