Garuda Serahkan Rencana Merger dengan Pelita Air ke Danantara

Mela Syaharani
22 September 2025, 16:40
Garuda
ANTARA FOTO/Khalis Surry/foc.
Sejumlah jamaah calon haji kloter pertama Aceh menaiki pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Minggu (18/5/2025). Sebanyak 393 calon haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Aceh mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari total 4.378 jamaah calon haji Aceh berserta petugas yang akan menunaikan ibadah dalam penyelenggaraan haji tahun 1446 H/2025 M.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Garuda Indonesia menyerahkan rencana merger atau penggabungan dengan anak usaha Pertamina, Pelita Air kepada pemegang saham, yakni Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim menyatakan perusahaan akan mengikuti arahan strategis dari Danantara terkait langkah tersebut.

“Hingga saat ini masih dalam tahap analisis awal antara pemangku kepentingan di bawah arahan Danantara. Jadi pada prinsipnya kami Garuda Indonesia menyerahkan sepenuhnya wewenang penggabungan dengan Pelita Air ini kepada pemegang saham,” kata Reza dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (22/9).

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan akan melepas atau menggabungkan lini usaha di luar bisnis inti migas dan energi terbarukan. Salah satunya melalui penggabungan Pelita Air dengan Garuda Indonesia, sesuai roadmap yang dikendalikan Danantara.

Reza menambahkan, Garuda kini ingin fokus menjalankan transformasi komprehensif, termasuk mengoptimalkan dukungan holder loan dari Danantara.

Dalam forum yang sama, Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menyampaikan penolakannya terhadap rencana merger Garuda Indonesia dan Pelita Air. Ia menilai kualitas layanan Pelita Air yang dinilai lebih baik berpotensi rusak jika digabung dengan Garuda.

Mufti Anam menuturkan bahwa dirinya sudah tidak lagi percaya kepada Garuda Indonesia. Ia membandingkan pengalamannya dengan Pelita Air yang dinilai lebih baik, mulai dari ketepatan waktu hingga kualitas pelayanan dan makanan.

"Saya tidak mau Garuda membajak Pelita Air yang sudah bagus akhirnya rusak karena budaya kerja Garuda. Saya baca juga portofolio keuangan Pelita Air sudah tidak lagi membebani Pertamina,” ujar Mufti.

Optimalisasi Aset

Danantara menjelaskan tujuan di balik penggabungan dua maskapai pelat merah tersebut. CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan tujuan merger mengoptimalkan aset perusahaan milik negara agar lebih efisien dan produktif.

“Intinya kan supaya lebih efisien, lebih meningkatkan produktivitas, dan juga mengoptimalkan aset-aset yang ada, baik dari segi jam terbangnya, part pesawat, dan lain-lain. Lagi dievaluasi semua,” kata Rosan saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/9).

Rosan menegaskan, Danantara masih mengkaji rencana merger Garuda Indonesia dan Pelita Air untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta optimalisasi aset."Lagi dievaluasi semua," kata Rosan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...