Proyek PLTSa Danantara Diprediksi Dongkrak Pasokan Bahan Baku Daur Ulang 10%
Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia menyatakan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah dapat meningkatkan pasokan bahan baku industri daur ulang plastik hingga 10%. Peningkatan ini dimungkinkan karena setiap PLTSa akan dilengkapi fasilitas pemilahan sampah dari limbah plastik, logam, dan kertas.
Ketua Umum Adupi Christine Halim mengatakan fasilitas pemilahan wajib ada di setiap PLTSa untuk menjaga efisiensi dan mencegah kerusakan mesin akibat pembakaran sampah anorganik rumah tangga. “Limbah rumah tangga berbentuk plastik berkontribusi sekitar 20% dari total timbunan sebelum pemilahan. Setelah dipilah, industri daur ulang bisa memperoleh bahan baku tambahan berkualitas rendah sebesar 5% hingga 10% dari kapasitas terpasang,” katanya kepada Katadata.co.id, Jumat (31/10).
Ia mengatakan industri daur ulang plastik nasional saat ini mampu mengolah hingga tiga juta ton limbah per tahun. Namun tingkat utilisasinya baru mencapai 50% karena keterbatasan bahan baku setelah pemerintah menutup impor limbah plastik pada awal 2025.
Dalam hitungannya, apabila 10 PLTSa mulai beroperasi tahun depan, pasokan bahan baku industri daur ulang dapat naik hingga 300 ribu ton per tahun. Angka ini dapat bertambah dua kali lipat apabila program extended producer responsibility atau EPR dijalankan penuh.
"Dari perhitungan konsultan kami, penerapan EPR dan PLTSa dapat menaikkan utilisasi industri daur ulang hingga 20% dari kondisi sekarang," ucapnya.
EPR atau tanggung jawa produsen yang diperluas merupakan kebijakan lingkungan yang mewajibakn produsen bertanggung jawa atas siklus hidup produknya. Termasuk dalam siklus ini adalah pasca-konsumsi, yakni pengumpulan, pengolahan, dan daur ulang limbah.
Rencana Danantara Bangun PLTSa
CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan P Roeslani sebelumnya mengumumkan rencananya membangun PLTSa di 33 kota mulai November 2025. Hingga 10 Oktober lalu, sebanyak 192 perusahaan telah menyatakan minat.
Potensi investasinya mencapai Rp 91 triliun. Jumlah itu meningkat menjadi 204 perusahaan per 24 Oktober, termasuk 66 perusahaan asing. “Pendaftarannya sudah dibuka dan sedang berjalan,” kata Rosan pada Jumat (24/10).
Danantara bersama sejumlah instansi akan menyeleksi perusahaan berdasarkan kemampuan teknis, finansial, dan teknologi agar proyek berjalan sesuai target. Setiap proyek PLTSa yang mengolah 1.000 ton sampah per hari diperkirakan mampu menghasilkan listrik sebesar 15 hingga 25 megawatt.
