Pramono Usul Revitalisasi Kota Tua dan RS Sumber Waras Masuk PSN, Ini Alasannya
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan dua proyek yaitu revitalisasi Kota Tua dan pembangunan rumah sakit (RS) internasional di eks lahan Sumber Waras masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).
Usulan ini ia sampaikan saat menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (10/11). "Karena bersama-sama dengan Danantara dan Kementerian Ekonomi Kreatif, kami akan mengelola Kota Tua. Untuk itu, salah satu hal yang kami akan usulkan adalah untuk menjadi PSN," kata Pramono di Gedung Kemenko Perekonomian, Senin (10/11).
Dalam revitalisasi Kota Tua, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memulai pembangunan pada 2026. Revitalisasi ini mencakup penyediaan infrastruktur dasar seperti jalur pedestrian, sungai, dan perbaikan jalan-jalan.
Pramono mengatakan saat ini pembangunan RS internasional di lahan eks Sumber Waras juga sudah bisa dimulai. Ia menyatakan, Pemprov DKI Jakarta juga ingin pembangunan ini juga masuk dalam PSN. Dengan begitu Pemprov DKI Jakarta bisa membangun rumah sakit tipe A dengan standar internasional.
"Karena kami berkeinginan agar rumah sakit itu betul-betul menjadi rumah sakit yang rujukan utama di Jakarta," ujarnya.
Pramono mengatakan RS internasional itu juga akan difokuskan untuk rumah sakit yang berkaitan dengan jantung, kanker, dan penyakit-penyakit khusus lainnya. Untuk itu, ia berkeinginginan RS tersebut bisa menjadi rumah sakit yang baik dan menjadi rujukan bagi Indonesia.
Kenapa Diusulkan Menjadi PSN?
Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta mengusulkan dua proyek tersebut sebagai PSN agar mendapatkan kemudahan dalam proses pembangunannya. Dia juga mengatakan telah mendapatkan respons positif dari Airlangga.
"Pak Menko tentunya yang pertama beliau akan mempelajari, tetapi karena ini spiritnya untuk kepentingan bersama, saya yakin pasti pemerintah pusat juga akan memberikan dukungan untuk itu," kata Pramono.
Ia akan segera melengkapi semua administrasi yang dibutuhkan untuk pembangunan itu. Jika masuk ke dalam PSN, maka proyek revitalisasi Kota Tua juga akan mendapatkan prioritas dan bisa selesai bersamaan dengan perluasan jalur MRT.
"Dengan demikian untuk 2027 diharapkan renovasi ataupun penyempurnaan Kota Tua itu sudah bisa dilakukan dan 2029 MRT itu sudah sampai dengan Kota Tua," ujarnya.
Nantinya, PT MRT bisa menyiapkan Transit Oriented Development (TOD) di Kota Tua. Jika sudah dilakukan, Pramono yakin tampilan dan lingkungan Kota Tua akan sangat berbeda dari yang ada saat ini dengan dukungan transportasi umum yang lebih lengkap sekaligus dengan fasilitas barunya.

