Potensi Banjir Jakarta Meningkat hingga Januari 2026, Lebar Sungai Menyempit
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengatakan telah mengidentifikasi titik-titik rawan banjir di DKI Jakarta pada bulan ini hingga Januari 2026. Namun, Diana menyampaikan penanganan permanen kawasan tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat atau secepatnya 2027.
Diana menyampaikan potensi banjir di Ibu Kota hingga Januari 2026 meningkat lantaran curah hujan dapat mencapai 150 milimeter sampai 200 milimeter. Pada saat yang sama, Diana mengamati lebar beberapa sungai di Jakarta menyempit akibat pemukiman di kawasan sempadan.
"Kami telah menyiapkan antisipasi terhadap kawasan rawan banjir hingga Januari 2026. Namun penanganan permanen kawasan sempadan sungai di Jakarta harus dilakukan bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Jakarta," kata Diana di Inlet Sodetan Kali Ciliwung, Jumat (21/11).
Diana mensinyalir salah satu daerah rawan banjir yang di Jakarta adalah sekitar Sungai Ciliwung. Untuk diketahui, proyek normalisasi Sungai Ciliwung baru dilakukan sepanjang 17 kilometer dari total panjang 33 kilometer.
Diana menjadwalkan pekerjaan normalisasi Sungai Ciliwung pada sekitar 16 km pada 2027 lantaran proses pembebasan lahan kawasan tersebut oleh Pemprov Jakarta baru selesai pada tahun depan. Sebab, pembebasan 324 bidang lahan seluas 66.515 meter persegi sempadan Sungai Ciliwung di kawasan Rajawati, Jakarta Selatan yang dilakukan sejak 2021 baru rampung belum lama ini.
"Normalisasi Sungai Ciliwung diusahakan selesai dalam 5 tahun ke depan, namun akan tergantung oleh waktu yang dibutuhkan dalam pembebasan lahan," katanya.
Gubernur Jakarta Pramono Anung tidak secara khusus menyampaikan rencana percepatan pembebasan lahan sempadan Sungai Ciliwung. Namun Pramono berencana untuk melakukan normalisasi dan pembersihan beberapa sungai yang melewati Ibu Kota.
Pramono mengataan salah satu sungai yang akan dibersihkan dalam waktu dekat adalah Kali Krukut sepanjang 1,3 km. Pembersihan Kali Krukut menjadi penting agar kawasan Kemang tidak kembali terendam pada akhir tahun ini.
"Kami akan segera mulai pembersihan sungai di beberapa tempat untuk menghadapi curah hujan tinggi selama akhir tahun. Karena itu, Jakarta akan siaga banjir sampai dengan Februari 2026," kata Pramono.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan sedikitnya ada 30 titik banjir Jakarta akibat tingginya curah hujan pekan ini, Selasa (18/11). Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan menyampaikan ketinggian air di beberapa titik mencapai hampir satu meter, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai.
Yohan mencatat mayoritas atau 14 dari 30 titik berada di Jakarta Selatan dengan ketinggian rendaman antara 30 centimeter sampai 90 centimeter. Kelurahan Pela Mampang tercatat memiliki titik banjir terbanyak atau sembilan RUkun Tetangga dengan ketinggian air 80 cm.
Di sisi lain, ada pula dua ruas jalan yang turut tergenang, yaitu Jl. Kemang Utara IX, Kelurahan Duren Tiga, dan Jl. D.I. Panjaitan, Kelurahan Kebon Pala. Ketinggian genangan di dua ruas jalan tersebut mencapai 20–30 cm yang diakibatkan oleh curah hujan tinggi.
Melihat lokasi titik banjir yang terus meluas, Yohan mengimbau warga untuk mengutamakan keselamatan dan menghindari area rawan genangan.
