Curah Hujan Tinggi, Produksi Jagung Tembus 2 Juta Ton/Bulan pada Awal 2026

Andi M. Arief
6 Januari 2026, 17:32
jagung, produksi jagung
ANTARA FOTO/Muhammad Mada/bar
Petani memanen jagung saat panen raya di Baron, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (1/12/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Oktober 2025, luas panen jagung pipilan Indonesia mencapai 0,20 juta hektare dengan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen diperkirakan sebanyak 1,24 juta ton.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Petani memproyeksi volume produksi jagung menembus 2 juta ton per bulan pada kuartal pertama tahun ini. Masa hujan pada musim tanam Oktober-Desember 2025 yang mencapai 75 hari membuat potensi gagal panen minim.

Asosiasi Petani Jagung Indonesia meramalkan puncak produksi jagung akan terjadi pada Maret 2026. Waktu panen pada sentra produsen jagung di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat akan terjadi pada Februari-Maret 2026.

"Dalam gambaran saya, produksi jagung pada Maret 2026 akan lebih dari 2 juta ton," kata Ketua Umum APJI Solahuddin kepada Katadata.co.id, Selasa (6/1).

Badan Pusat Statistik meramalkan produksi jagung pada Januari-Februari 2026 mencapai 3,14 juta ton atau naik 30.000 ton dari capaian periode yang sama tahun lalu. Secara rinci, jagung yang dimaksud berkadar air 14% atau khusus dinikmati peternak sebagai bahan baku pakan.

Berdasarkan data BPS, produksi jagung hanya berhasil menembus 2 juta ton pada Maret 2024 selama 2 tahun terakhir. Solahuddin menilai kondisi tersebut akna terulang pada Maret 2026 lantaran curah hujan tinggi di penjuru negeri.

Hal tersebut penting lantaran 70% lahan pertanian jagung tidak terhubung dengan jaringan irigasi. Adapun 65% panen pada kuartal pertama tahun ini akan berasal dari luar sentra produsen jagung yang tidak memiliki irigasi.

Solahuddin mensinyalir volume produksi jagung pada tahun ini akan naik naik meski ada prediksi El Nino lemah pada pertengahan tahun ini. Namu,  Solahuddin masih enggan memprediksi kenaikan produksi jagung nasional pada tahun ini.

"Tahun lalu ada kekhawatiran El Nino pada Agustus-Oktober 2025, namun yang terjadi justru hujan terus menerus," katanya.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa sebelumnya menilai ada potensi ekspor jagung sekitar 52.900 ton pada tahun ini. Ini karena stok jagung pada akhir tahun lalu mencapai 4,58 juta ton.

"Impor jagung untuk pakan, benih, dan rumah tangga dipastikan tidak ada pada 2026," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...