Minim Lulusan Doktor Komputer, Indonesia Kalah dari Malaysia di Mata Nvidia

Andi M. Arief
9 Januari 2026, 15:05
Kantor Nvidia
Nvidia
Kantor Nvidia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Investasi dan Hilirisasi mengungkapkan Indonesia sempat masuk dalam pilihan Nvidia untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI). Namun perusahaan asal Amerika Serikat itu akhirnya memilih Malaysia setelah menemukan minimnya jumlah lulusan pendidikan doktoral bidang komputer di Indonesia.

"Suka tidak suka, hasil observasi Nvidia menunjukkan Malaysia memiliki lebih banyak doktor dan magister bidang di bidang komputer," kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kemenves K Nurul Ichwan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1).

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendata rata-rata lulusan doktoral semua bidang pada 2020-2024 sekitar 8 ribu orang per tahun. Sedangkan rata-rata lulusan program doktor pada 2010-2018 di Negeri Jiran mencapai 245.000 orang per tahun.

Selain itu, Bank Dunia mendata jumlah lulusan prodi STEM (sains, teknologi, rekayasa, dan matematika) di dalam negeri pada 2020 baru mencapai 18,47%, sedangkan Malaysia telah mencapai 37,19%. Karena itu, pemerintah berencana menggenjot jumlah sumber daya manusia di bidang STEM mulai tahun ini.

Strategi yang digunakan adalah membentuk pusat pelatihan hasil kerja sama pelaku industri dan perguruan tinggi. Pusat pelatihan ini akan disesuaikan dengan kawasan industri tempat layanan tersebut berdiri.

"Jadi, pemerintah maupun perguruan tinggi ke depannya tidak akan memprioritaskan produksi sumber daya manusia yang tidak relevan dengan kebutuhan industri untuk mendukung penguasaan teknologi. Dengan demikian, lulusan STEM akan menjadi arus utama peningkatan kualitas SDM nasional," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...