Kanada dan Investor Singapura Luncurkan Bantuan bagi UMKM Milik Perempuan
Kabar baik bagi bisnis yang membawa misi pemberdayaan perempuan di Indonesia. Departemen Luar Negeri Kanada atau Global Affairs Canada (GAC) bekerja sama dengan perusahaan investasi yang berbasis di Singapura Impact Investment Exchange (IIX) meluncurkan program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI), pada Senin (12/1).
Program ini akan memberikan bantuan teknis bagi usaha yang dipimpin perempuan dan membawa misi pemberdayaan Perempuan. Bantuan teknis tersebut bertujuan untuk mempermudah usaha-usaha tersebut mengakses permodalan, menarik investasi, dan memperluas jangkauan bisnis.
“Program ini mencerminkan komitmen Kanada terhadap bantuan internasional yang inklusif dan pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera dan setara, sekaligus mempererat kerja sama antara kedua negara,” ujar Sekretaris Negara Pemerintah Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai saat peluncuran program IIRI di Jakarta, Senin (12/1).
Program ini juga bagian dari upaya mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang vital bagi ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Saat ini, terdapat lebih dari 65 juta UMKM, sebanyak 64,5 persennya milik perempuan. Sektor UMKM sendiri berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Namun, UMKM masih menghadapi tantangan untuk mendapatkan pembiayaan. Estimasinya, gap alias kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan pembiayaan mencapai US$220 miliar atau sekitar Rp 3.700 triliun.
“Banyak usaha yang masih berada di tahap awal dan belum memiliki pengetahuan bisnis, model keuangan, dan data dampak yang memadai untuk berinteraksi dengan investor dan mengakses permodalan secara efektif,” ujar Randeep.
Selain itu, aliran investasi terkonsentrasi di wilayah tertentu seperti Jawa dan Bali, sehingga UMKM di provinsi lainnya kekurangan pendanaan.
"Melalui IIRI, kami berencana melatih, memberikan dukungan kesiapan investasi secara langsung, dan menghubungkan ratusan usaha berfokus perempuan langsung dengan investor yang memahami potensi mereka,” ujar Pendiri dan CEO IIX Durreen Shahnaz.
Dia menjelaskan, IIX juga berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan sektor swasta untuk memajukan “Orange Movement”, sebuah inisiatif global untuk memobilisasi US$10 miliar dan memberdayakan 100 juta perempuan pada 2030.
Sejauh ini, menurut dia, IIX telah memobilisasi langsung hampir US$70 juta ke UMKM berdampak tinggi yang mendukung perempuan dan komunitas di seluruh Indonesia.

Produk UMKM Unggulan 