Danantara Siap Kebut 6 Proyek Hilirisasi Termasuk Peternakan Unggas
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan mengebut enam proyek hilirisasi, termasuk peternakan unggas, hilirisasi bauksit, aluminium, bioavtur, kilang (refinery), dan program hilirisasi di sektor pertanian. Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek-proyek ini akan dilakukan pada Februari 2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan proyek hilirisasi integrated poultry alias proyek peternakan unggas terintegrasi Danantara akan segera dilakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada 6 Februari mendatang.
"Iya, (groundbreaking) 6 Februari," ujar Rosan ketika ditemui wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).
Rosan belum menyebutkan lokasi pasti pembangunan proyek hilirisasi tersebut, namun sebelumnya ia menyatakan industri ini akan dibangun di lima tempat.
Peternakan Unggas Berpotensi Dibangun di Daerah Sentra Produksi Jagung
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan proyek peternakan unggas Danantara akan dibangun di daerah-daerah sentra produksi jagung.
“Yang jelas di wilayah-wilayah yang membutuhkan, di mana bahan baku pakan tersedia. Ya, di wilayah Indonesia, nanti kita tentukan,” kata Amran di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).
Amran sebelumnya mengatakan bentuk industri yang akan dibangun berupa pabrik pakan dan produksi day old chick alias ayam usia sehari. Pembangunan pabrik peternakan ayam pedaging dan petelur ini ditujukan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Sebelumnya pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana menggelontorkan investasi Rp 20 triliun untuk memperkuat sektor peternakan unggas nasional.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia berpotensi mengantongi investasi proyek hilirisasi mencapai US$ 6 miliar atau sekitar Rp 101 triliun dalam waktu dekat.
