MBG Berlanjut Saat Ramadan, Siswa Islam Bisa Bawa Pulang Makanan
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan selama ramadan tahun ini. Namun, mekanismenya akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Zulhas, nama panggilan akrab Zulkifli Hasan, mengatakan siswa beragama Islam akan diberikan menu kering untuk dibawa pulang. Sementara itu, siswa yang beragama non-muslim akan mendapatkan menu yang siap santap seperti hari-hari biasa.
"Di bulan ramadan itu kan tidak semua siswa beragama Islam. Bagi yang beragama Islam akan diberikan makanan kering dan nanti disantap setelah berbuka puasa, yang beragama non-muslim tetap mendapatkan menu makanan siap santap," ujar Zulhas, seperti dikutip Antara, Jumat (6/2).
Menurutnya, menu makanan kering untuk siswa yang beragama Islam, seperti telur rebus, kacang, susu kemasan, roti, dan lainnya. Kemenko Pangan memastikan menu yang diberikan kepada penerima manfaat, baik siswa, ibu hamil, dan anak di bawah dua tahun sesuai standar gizi yang ditetapkan.
"Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu punya ahli yang menakar standar gizi untuk siswa dan penerima lainnya. Jadi, aman lah," ujar Zulhas.
BGN Koordinasi Lintas Sektor, Jaga Kestabilan Harga
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bakal berkoordinasi lintas sektor untuk mengatur kebutuhan bahan baku MBG menjelang ramadan demi menjaga kestabilan harga.
"Saya koordinasi juga dengan Kementerian Pertanian agar kita bisa mengatur bahan apa yang kita anjurkan untuk dikonsumsi, bahan apa yang harus ditahan dulu menjelang ramadan. Bahan apa yang harus kita alihkan dulu untuk digantikan dengan penggantinya agar harga tetap stabil," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana, di Sentul, Kabupaten Bogor, pada Senin (2/2).
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul, Dadan juga menyebut BGN berencana memperluas penerima manfaat MBG dengan menyasar lansia dan disabilitas. Untuk perluasan ini, BGN bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk mengatur mekanismenya.
"Mekanisme pemberian MBG pada lansia akan menjadi tugas Kemensos, tetapi kami akan integrasikan bagaimana caranya agar dalam satu kesatuan ini bisa diberikan di satu daerah," kata Dadan.
