Jelang Eksekusi, Hotel Sultan Tetap Beroperasi Seperti Biasa

Mela Syaharani
9 Februari 2026, 17:59
Sejumlah pengunjung Hotel Sultan terlihat melakukan check out pada Senin (9/2). Pemerintah menyatakan Indobuildco sebagai pengelola Hotel Sultan harus mengosongkan hotel tersebut, paling lambat pada hari ini, Senin (9/2).
Katadata/Mela Syaharani
Sejumlah pengunjung Hotel Sultan terlihat melakukan check out pada Senin (9/2). Pemerintah menyatakan Indobuildco sebagai pengelola Hotel Sultan harus mengosongkan hotel tersebut, paling lambat pada hari ini, Senin (9/2).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Sekretariat Negara telah mengajukan permohonan eksekusi lahan Hotel Sultan yang diduduki PT Indobuildco pada Senin (9/2). Sengketa lahan yang berlangsung sejak 2006 itu belum menunjukkan tanda-tanda berakhir meskipun Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menolak gugatan Indobuildco, memerintahkan pengosongan properti, dan pembayaran royalti hingga ratusan miliar rupiah kepada negara. 

Ketika Katadata.co.id mengunjungi Hotel Sultan pada Senin (9/2) siang, properti itu masih beroperasi seperti biasa meskipun terlihat lengang. Akses menuju Hotel Sultan semakin terbatas. Pintu utama menuju Hotel Sultan tertutup rapat, sepanjang jalur pintu tujuh Gelora Bung Karno (GBK) hingga jalan di dekat JCC Senayan pun terkunci.

Untuk mengakses lobi hotel, pengunjung harus masuk melalui pintu di persimpangan Semanggi yang mengarah ke Gedung DPR. Tampak beberapa unit mobil terparkir di area hotel, yang berada di sekitar mesin karcis parkir.

Jalanan terlihat basah karena hujan. Hanya satu mobil yang membawa Katadata.co.id masuk ke halaman hotel tersebut.

Suasana di Hotel Sultan
Suasana di Hotel Sultan (Katadata/Mela Syaharani)

Tidak banyak aktivitas di lingkungan hotel, hanya terlihat bangunan-bangunan terkunci dan beberapa orang satpam berjaga di area hotel.

Hotel yang dikelola perusahaan milik Pontjo Sutowo ini mempunyai dua bangunan ballroom yang lokasinya membelakangi lobi, bernama Golden Ballroom dan Kudus Ballroom yang tampak lengang. Hal serupa juga ditemui di area Mushola Al-Istiqomah yang berada di lingkungan hotel, hanya ada satu unit motor yang terparkir di sana.

Tepat di samping pintu masuk hotel, ada spanduk merah bertuliskan aset negara yang ditutupi oleh sebuah mobil yang terparkir disana. Tak ada pengawasan ketat, bahkan tas pengunjung juga tidak diperiksa petugas, mereka hanya menyapa pengunjung dan mempersilahkan masuk.

Tak jauh berbeda, suasana lobi hotel juga lengang. Nampak beberapa resepsionis berdiri di area pelayanan tamu dan empat pengunjung yang duduk di area lobi.

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, ada tiga pengunjung hotel yang menghampiri resepsionis. Dua orang melakukan proses checkout, sementara satu orang lainnya baru saja akan menginap di sana.

Ada ornamen imlek yang terpasang di salah satu sudutnya. Meski begitu, tampak ada sekelompok kecil pria yang sedang berbincang pada meja-meja kecil di sudut hotel. 

Lounge Hotel Sultan
Lounge Hotel Sultan (Katadata/Mela Syaharani)

Namun, suasana lengang ini ternyata hanya terjadi di area lobi dan kawasan luar hotel saja. Di belakang lift area lobi ternyata ada meja pendaftaran kegiatan. Rupayanya, hari ini sebuah perusahaan menyelenggarakan kegiatan di ballroom mereka.

Akses dari lobi menuju ballroom tidak dibuka setiap hari, namun Katadata beruntung bisa menginjakkan kaki kesana karena ada kegiatan.

Di sepanjang lorong menuju ballroom, nampak sebuah stand kecil yang menjual baju-baju batik beroperasi. Lokasinya berhadapan langsung dengan unit ATM Bank Mandiri. Sayangnya, akses menuju taman dan kolam renang yang mereka miliki tampak tertutup.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...