Mendag Targetkan Harga Plastik Turun Bulan Ini

Ade Rosman
14 April 2026, 19:19
harga plastik, mendag, impor
Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan harga plastik dapat turun pada akhir April 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan harga plastik dapat turun pada akhir April 2026. Kenaikan harga plastik ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku produk turunan minyak bumi yang dipengaruhi perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

“Mudah-mudahan (harga plastik turun pada April 2026),” kata Budi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (14/4). 

Budi mengatakan, saat ini Kementerian Perdagangan tengah menjajaki pemasok bahan baku bijih plastik lain di luar negara-negara Timur Tengah. Sejauh ini, pemerintah telah menjajaki tiga negara sebagai pemasok bahan baku plastik lainnya. 

“Memang Indonesia impor bahan baku bijih plastik, nafta, dari Timur Tengah selama ini. Imbas perang, otomatis terganggu. Kami mencari alternatif dari India, Amerika, dan Afrika,” kata Budi.

Komunikasi dengan pemasok dari ketiga wilayah itu telah dilakukan, namun masih perlu penyesuaian mengenai jumlah dan waktunya. “Sekarang kondisi perang, sehingga mungkin pengapalannya agak lambat,” katanya. 

Pemerintah juga mencari alternatif dari produsen di sejumlah negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura. “Namun ini kan banyak yang force majeure. Ini memang krisis global terkait keterbatasan bahan baku,” katanya. 

Ia tidak memungkiri banyaknya pedagang yang khawatir dengan harga plastik yang melambung. “Kami terus mencari negara lain yang bisa menyuplai bijih plastik,” kata Budi. 

Pelaku UMKM Harus Tekan Margin untuk Hadapi Kenaikan Harga Plastik

Sebelumnya, Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) mengungkapkan kenaikan harga plastik mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi ini memaksa para penjual menahan kenaikan harga jual sekaligus memangkas margin keuntungan demi menjaga daya beli konsumen.

Sekretaris Jenderal Akumindo, Edy Misero, mengatakan plastik merupakan kebutuhan yang tidak terpisahkan dari aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, gangguan pasokan maupun kenaikan harga bahan baku plastik akan berdampak luas ke berbagai sektor usaha.

“Plastik itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Jadi apapun pergerakannya, termasuk kesulitan impor biji plastik, pasti berdampak terhadap kebutuhan di dalam negeri,” ujar Edy kepada Katadata.co.id, pada Kamis (9/4). 

Namun di tengah tekanan itu, banyak pelaku UMKM memilih tidak serta-merta menaikkan harga jual. Mereka justru menahan harga dan mengurangi margin keuntungan agar tetap kompetitif di pasar.

“Salah satu alternatifnya, menaikkan harga seminimal mungkin. Kedua, mengurangi margin profit (keuntungan). Misalnya dari 15% menjadi 10%, selisihnya dipakai untuk menutup kenaikan biaya plastik,” kata Edy. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...