Manajer Kopdes Merah Putih akan Jadi Karyawan BUMN Agrinas, tapi Hanya 2 Tahun

Mela Syaharani
4 Mei 2026, 14:28
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Jatimakmur di Pondok Gede, Bekasi, Rabu (15/4/2026).
ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/YU
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Jatimakmur di Pondok Gede, Bekasi, Rabu (15/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah sedang merekrut 30.000 manager yang akan menjadi karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Namun demikian, status karyawan Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tersebut akan berubah menjadi petugas koperasi setelah dua tahun. 

“Statusnya dua tahun pegawai Agrinas, setelah itu akan menjadi petugas koperasi,” kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Senin (4/5).

Kendati demikian, Wakil Kepala BP BUMN Teddy Barata mengatakan nasib manajer Kopdes Merah Putih setelah dua tahun bergantung pada penilaian yang didasarkan pada kinerja. Dia menyebut pemerintah mencari karyawan yang memiliki kemampuan kewirausahaan yang bagus.

“Nanti dididik dulu lalu menjadi manajer koperasi, seharusnya dimanfaatkan pengalaman ini dengan baik. Nanti kita lihat (hasil kinerjanya),” kata Teddy dalam kesempatan yang sama.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) , Rini Widyantini rekrutmen manajer KDKMP ini memang mengikuti skema yang dilakukan untuk rekrutmen pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sudah Ada 639 Ribu Peminat

Pemerintah sebelumnya telah membuka rekrutmen nasional untuk 35.476 formasi, yang terdiri atas 30.000 Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Adapun 5.476 formasi lainnya akan bertugas sebagai Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih yang akan menjadi pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara. 

Rekrutmen ini dibuka mulai 15 April 2026 hingga 24 April 2026 melalui laman resmi phtc.panselnas.go.id. Menurut Zulhas selama proses pendaftaran menunjukkan animo masyarakat yang sangat tinggi melampaui ekspektasi.

“Hingga penutupan 25 April, telah terdaftar sebanyak 639 ribu orang. Dari jumlah tersebut pelamar yang menyampaikan kelengkapan persyaratan administrasi sebanyak 487 ribu orang dan yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi sebanyak 483 ribu orang,” ujar Zulhas dalam kesempatan yang sama.

Zulhas menyampaikan saat ini proses seleksi telah memasuki pelaksanaan tes kompetensi yang akan berlangsung dari tanggal 3 hingga 12 Mei 2026. Tes kompetensi tersebut dilaksanakan dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang dilaksanakan pada 72 titik lokasi di seluruh Indonesia. 

Para pelamar diberikan kemudahan untuk memilih titik lokasi yang terdekat dengan domisili masing-masing. Tes CAT ini sama seperti skema yang diterapkan untuk rekrutmen PNS.

Jika tes CAT sudah terlaksana, maka tahapan berikutnya adalah seleksi kompetensi tambahan meliputi tes mental, mental ideologi, pemeriksaan kesehatan yang akan berlangsung dari tanggal 20 hingga 31 Mei 2026. 

“Pengumuman hasil tes akhir dijadwalkan 7 Juni 2026 yang akan dilanjutkan dengan pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad) dan pelatihan manajerial serta kompetensi bidang,” ujarnya.

Gaji Manager KDKMP

Selain nasib, Zulhas juga menyampaikan terkait gaji manajer. Dia mengatakan, gaji manajer KDKMP akan dibayarkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. 

Hal ini sesuai dengan status yang akan didapatkan pendaftar jika lolos seleksi. Terkait rincian gaji seperti skema dan sumber, dia enggan menjelaskan. Menurutnya hal ini akan disampaikan oleh Kementerian Keuangan.  

“Tentu Agrinas Pangan yang akan membayar. Skema gaji akan disampaikan Kemenkeu pada saatnya,” ucapnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak tahu sumber dana gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih. 

“Saya enggak tahu, tapi yang saya bayar ke koperasi kan hanya cicilan Rp 40 triliun per tahun itu. Yang lain saya enggak tahu,” kata Purbaya di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Rabu (22/4).  

Bendahara negara ini mengaku hanya mendapatkan perintah dari Presiden Prabowo Subianto terkait Kopdes untuk mengucurkan anggaran Rp 40 triliun per tahun.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...