Realisasi KUR Tembus Rp105 Triliun, Kementerian UMKM Siapkan Pola Inkubator Baru
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 17 Mei 2026 telah mencapai Rp105 triliun. Penyaluran tersebut diberikan kepada sekitar 1,69 juta debitur.
“Per 17 Mei itu (penyaluran KUR) sebesar Rp105 triliun dengan jumlah debitur sebanyak Rp1,69 juta plus minus di mana debitur graduasinya sudah mencapai 511 ribu dan debitur baru mencapai 1,15 juta atau sebesar 83%,” ujar Maman dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin (18/5).
Maman mengatakan, penyaluran KUR ke sektor produksi juga terus meningkat. Pemerintah menargetkan penyaluran KUR ke sektor produksi mencapai 65% pada tahun ini, naik dibanding tahun lalu sebesar 60%.
“Alhamdulillah sekarang sudah mencapai di 63,5%,” katanya.
Selain penyaluran KUR, Kementerian UMKM juga tengah menyiapkan pola baru pembinaan pelaku usaha melalui sistem inkubator UMKM. Skema tersebut disiapkan untuk memperkuat pemberdayaan usaha mikro dan kecil di berbagai daerah.
Maman menjelaskan pemerintah nantinya akan merekrut sejumlah inkubator untuk melakukan pembinaan UMKM secara langsung. Setiap inkubator akan diberi tanggung jawab membina sekitar 1.000 hingga 2.000 pelaku usaha.
“Jadi kita akan melakukan seperti tender kecil-kecilan lah, kalau kata orang kita akan merekrut beberapa inkubator dan inkubator itu yang akan kita tugaskan nanti mencari, merawat, melakukan pembinaan ujung tombak terhadap pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah di tanah air kita,” ujarnya.
Pola Pembinaan Langsung Tidak Efektif
Menurut dia, pola tersebut disiapkan karena pembinaan UMKM secara langsung satu per satu oleh kementerian dinilai tidak efektif.
“Jadi posisi keberadaan kami kementerian UMKM sudah tidak lagi masuk ngurusin satu persatu untuk pemberdayaan UMKM karena menurut kita itu akan wasting time,” kata Maman.
Saat ini Kementerian UMKM mencatat terdapat 753 inkubator terdaftar dan 8.661 usaha rintisan yang telah terinkubasi. Selain itu, terdapat sekitar 1 juta wirausaha yang telah terhubung dalam satu ekosistem dengan total 265 program dan 204 kolaborator.
Maman mengatakan formulasi pola inkubator tersebut saat ini tengah disiapkan oleh Kedeputian Kewirausahaan. Nantinya, masing-masing inkubator akan memiliki target kerja dan kewajiban laporan rutin terkait perkembangan UMKM binaannya.
“Nanti inkubator lah yang akan bekerja yang akan melakukan pembinaan dan pemberdayaan dengan laporan rutin, misalnya 1 bulan sekali atau 3 bulan sekali,” ujarnya.

Produk UMKM Unggulan 