Menteri UMKM Soroti Dampak Pemadaman Listrik Bergilir pada Pelaku Usaha Kecil

Kamila Meilina
22 Juni 2026, 21:33
listrik
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/agr
Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti dampak pemadaman listrik di Pulau Jawa terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dinilai mengganggu aktivitas usaha dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi. Menurut Maman dampak pemadaman listrik paling dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, terutama sektor usaha yang bergantung pada listrik seperti pedagang es dan produk beku.

“Pada saat terjadi blackout di Jawa, pertama impactnya ke masyarakat, yang kedua ke UMKM. Yang jualan di daerah, ya misalnya mereka yang jualan es. Pada saat mati ya esnya cair, gak bisa jualan mereka,” katanya ditemui di Kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6). 

Ia menilai, potensi terjadinya kembali gangguan pasokan listrik atau blackout perlu diwaspadai apabila pengelolaan rantai pasok di PT PLN (Persero) tidak diperbaiki secara menyeluruh.

“Dulu kita sudah dorong bahwa potensi blackout yang 3 tahun yang lalu, ini berpotensi terjadi lagi. Kalau supply chain management yang ada di PLN itu tidak segera dibenahi,” katanya. 

Selain itu, ia juga menyinggung adanya disparitas harga energi antara pasar ekspor dan domestik, khususnya batu bara, yang menurutnya perlu dicarikan mekanisme penyeimbang.

Ia menyebut sebelumnya pernah diusulkan pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) Batu Bara untuk melakukan penyesuaian harga agar lebih adil antara kebutuhan ekspor dan domestik.

“Apa itu BLU Batubara? Dialah nanti yang akan melakukan adjustment antara kos biaya yang ekspor dengan yang domestik. Supaya ada prinsip keadilan,” ujarnya. Selisih harga tersebut dapat digunakan untuk mensubsidi kebutuhan dalam negeri.

Sebelumnya, pemadaman listrik di Pulau Jawa menghantui para pelaku usaha. Pemadaman terjadi di sejumlah area dengan waktu dan durasi pemadaman yang berbeda, berkisar mulai dari 2 hingga 8 jam. 

PT PLN (Persero) mengklaim kondisi ini akibat dua pembangkit listrik besar di Pulau Jawa mengalami gangguan. Namun perusahaan menyatakan pemadaman bergilir di Pulau Jawa kini sudah mulai berkurang atau diminimalkan. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, hal ini disebabkan salah satu pembangkit listrik sudah dipulihkan.

“Salah satu pembangkit berhasil dipulihkan dan sudah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa. (Pembangkit) ini mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” kata Darmawan dalam rekaman keterangan pers yang diterima Katadata dari PLN, Senin (22/6).

Darmawan sebelumnya mengatakan pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir karena dua pembangkit milik mitra PLN atau pembangkit independent power producer mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Kedua pihak disebut langsung menangani masalah itu sehingga kini salah satu pembangkit sudah pulih.



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...