Depan Serikat Pekerja, Dasco Telepon Bos Pertamina Bahas Krisis Gas Industri

Kamila Meilina
23 Juni 2026, 14:57
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam Rakernas KSPI, di Jakarta, Selasa (23/6).
Katadata/Kamila Meilina
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam Rakernas KSPI, di Jakarta, Selasa (23/6).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam acara Rapat Kerja Nasional alias Rakernas Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), membahas persoalan gas industri yang berdampak pada keberlangsungan sejumlah pabrik. 

Dalam pembicaraan itu, Dasco meminta Pertamina segera mencari solusi atas ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebut mencapai 55 ribu pekerja. Ia menyebut persoalan gas industri menjadi perhatian mendesak karena berpotensi berdampak pada sektor manufaktur.

Menanggapi hal tersebut, Simon mengatakan Pertamina akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PT Perusahaan Gas Negara (PGN), untuk mencari langkah perbaikan.

"Pertamina tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN. Kita komitmen melakukan penyesuaian setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG. Kita lakukan yang terbaik agar segera ada perbaikan dan mendukung teman-teman di industri dengan harga yang sesuai," kata Simon dalam sambungan telepon, Selasa (23/6). 

Dalam percakapan itu, Dasco meminta agar mitigasi segera dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap pekerja.

"Dalam beberapa hari ini sudah ada ancaman PHK. Kita mesti cari jalan keluar, kemudian PHK ini juga harus kita mitigasi. Ada sekitar 55 ribu yang katanya terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan," ujar Dasco.

Ia juga mengusulkan adanya pertemuan antara pemerintah, Pertamina, dan perwakilan pekerja untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

"Nanti mungkin kita bisa duduk satu dua hari ini dengan perwakilan teman-teman buruh supaya kita bisa cari jalan keluar," kata Dasco.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut tiga pabrik keramik di Bekasi terancam tutup akibat tingginya harga gas industri. Kondisi tersebut disebut berpotensi menyebabkan PHK terhadap puluhan ribu pekerja.

Dua perusahaan tersebut merupakan anggota serikat pekerja yang memiliki jumlah pekerja besar, yakni pabrik granit, Milan Keramik, dan Mulia Keramik. Menurutnya, kondisi ini berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Harga gas industri yang sebelumnya berada di kisaran U$ 6 per MMBTU kini meningkat hingga sekitar US$ 23 per MMBTU. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat biaya produksi industri semakin berat.



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...