Pangkas Rantai Pasok, Pemerintah akan Jadikan KDMP Penyalur Produk Pertanian

Kamila Meilina
28 Juli 2026, 14:01
KDMP, kopdes merah putih, pertanian
ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/wsj.
Pramuniaga merapikan produk kebutuhan pokok yang dijual di Koperasi Kelurahan Merah Putih Banjar Agung, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Kamis (21/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman akan mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi bagian dari rantai distribusi produk pertanian untuk memangkas panjangnya rantai pasok dari petani hingga konsumen.

Amran mengatakan koperasi di sektor pertanian akan memiliki fungsi utama untuk memotong rantai pasok dari yang sebelumnya mencapai delapan tahapan menjadi hanya tiga tahapan. Dengan skema tersebut, distribusi komoditas dapat berlangsung lebih pendek dari petani ke koperasi, kemudian koperasi ke masyarakat.

"Ini koperasi sebenarnya kalau sektor pertanian, ini adalah fungsi utamanya memotong supply chain, rantai pasok. Itu dari delapan menjadi tiga," ujar Amran dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7). 

Pemangkasan rantai pasok dinilai dapat mengurangi margin yang selama ini diperoleh perantara atau middleman. Amran mengatakan, berdasarkan perhitungan pemerintah terhadap sembilan komoditas pertanian, nilai keuntungan atau margin yang dinikmati perantara mencapai Rp 313 triliun. 

Jika sebagian dari nilai tersebut dialihkan melalui koperasi, misalnya sekitar Rp 50 triliun menjadi margin koperasi, maka terdapat potensi sekitar Rp 263 triliun yang dapat menjadi ruang peningkatan nilai yang diterima petani. 

"Artinya apa? Ada Rp 263 triliun itu bisa dinikmati petani," katanya.

Peningkatan itu misalnya dapat terjadi melalui harga jual komoditas yang lebih baik di tingkat petani maupun distribusi margin yang lebih efisien, meski realisasinya tetap bergantung pada biaya dan mekanisme distribusi yang dijalankan koperasi.

Menurut Amran, tambahan nilai tersebut diharapkan dapat meningkatkan harga komoditas di tingkat petani sekaligus mendorong daya beli masyarakat. Dengan meningkatnya daya beli, konsumsi masyarakat juga diharapkan meningkat.

KDMP Jadi Penyalur Pupuk

Selain distribusi komoditas, koperasi desa juga akan didorong menjadi titik penyaluran pupuk bagi petani. Dengan keberadaan koperasi di desa, petani tidak perlu menempuh jarak jauh untuk memperoleh pupuk.

KDMP juga akan menjadi tempat bagi petani untuk menjual gabah. Amran mengatakan skema tersebut dapat mempersingkat jarak distribusi gabah karena gudang Bulog selama ini berada cukup jauh dari sejumlah sentra produksi.

"Yang kedua, menjual gabah. Itu langsung ke koperasi karena biasanya gudang Bulog itu jaraknya 50 km dari sawah," ujarnya.

Amran menilai keberadaan koperasi di setiap desa akan membuat perputaran uang lebih banyak terjadi di tingkat desa. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Selaras, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menargetkan fungsi utama KDMP yang dikelola Agrinas Pangan sebagai agen penyerapan hasil jual petani alias offtaker. Agen tersebut akan mengelola distribusi berbagai produk pangan dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

“Misalnya gabah kalau di daerah ditentukan pemerintah Rp 6.500, dibeli tengkulak . Agen koperasi bisa membeli dengan Rp6.500 itu,” kata Zulhas. 

Selain itu, koperasi juga memiliki peran utama sebagai penyalur barang-barang subsidi pemerintah hingga bantuan pemerintah. 

“Koperasi ini bukan supermarket. Ini infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang subsidi,” kata dia. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...