Kementan Bidik Pengembangan 7 Komoditas Strategis, Tambah Anggaran Rp5 Triliun
Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk tahun anggaran 2027. Dana itu akan difokuskan untuk mengembangkan tujuh komoditas strategis, mulai dari kelapa hingga jambu mete.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan usulan tambahan anggaran tersebut telah disampaikan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui surat pada 18 Agustus 2026.
"Anggaran belanja tambahan Rp5 triliun difokuskan untuk pengembangan komoditas strategis," kata Amran dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9),
Tujuh komoditas yang menjadi sasaran tambahan anggaran tersebut yakni kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete. Dengan rincian sebagai berikut:
- Kelapa: pengembangan kawasan seluas 83.279 hektare dengan produksi 9.160.690 batang.
- Lada: pengembangan kawasan seluas 1.071 hektare dengan produksi 1.256.800 batang.
- Pala: pengembangan kawasan seluas 1.400 hektare dengan produksi 108.000 batang.
- Tebu: pengembangan kawasan seluas 56.500 hektare.
- Kopi: pengembangan kawasan seluas 54.355 hektare dengan produksi 54.355.000 batang.
- Kakao: pengembangan kawasan seluas 100.026 hektare dengan produksi 100.026.000 batang.
- Jambu mete: pengembangan kawasan seluas 24.658 hektare dengan produksi 2.712.380 batang.
Tambahan anggaran ini disebutnya untuk menjamin kepastian pasokan bahan baku bagi industri pengolahan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta menaikkan pendapatan petani.
Selain itu, anggaran tersebut ditujukan untuk memperkuat substitusi impor dan meningkatkan daya saing ekspor nasional. "Termasuk traktor untuk komoditas tebu 1.250 unit," ujarnya.
Sementara itu, pagu anggaran Kementan untuk 2027 telah ditetapkan sebesar Rp28,02 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan pagu sebelumnya sebesar Rp23,23 triliun.
Alokasi anggaran tersebut antara lain digunakan untuk mendukung program tanaman pangan sebesar Rp9,8 triliun, hilirisasi perkebunan Rp2,3 triliun, peternakan Rp798 miliar, serta penyuluhan dan pendidikan pertanian Rp973 miliar.
Kementan juga mengalokasikan anggaran untuk kesekretariatan dan pengawasan sebesar Rp300 miliar serta kegiatan pendukung lainnya Rp232 miliar.
Melalui program kerja Kementan pafa 2027, Amran menyatakan akan mengembangkan kawasan pangan terintegrasi. Kawasan itu mencakup komoditas padi, kedelai, jagung, dan ubi. Sementara di sektor perkebunan, pemerintah akan mengembangkan kelapa, kelapa sawit, kopi, kakao, jambu mete, tebu, rempah, lada, dan pala.
Di sektor peternakan, pemerintah menargetkan peningkatan produksi daging, susu, dan telur.
Target Produksi Pertanian 2027
Untuk mendukung agenda tersebut, Kementan menetapkan sejumlah target produksi komoditas pada 2027. Produksi beras ditargetkan mencapai 34 juta ton dan jagung 18 juta ton.
Produksi kedelai ditargetkan 392 ribu ton, ubi kayu 17,79 juta ton, kelapa sawit 245 juta ton, tebu 42 juta ton, kopi 791 ribu ton, kelapa 2,9 juta ton, dan kakao 633 ribu ton.
Sementara itu, produksi lada ditargetkan 64 ribu ton, susu 922 ribu ton, telur 8,08 juta ton, daging 5 juta ton, bawang merah 2 juta ton, bawang putih 40 ribu ton, dan cabai 3,13 juta ton.
Amran mengatakan pemerintah juga akan memperluas target swasembada pangan. Setelah mencapai swasembada beras, pemerintah menargetkan bawang putih dan susu menjadi komoditas berikutnya yang dapat mencapai swasembada.
