KEK Kendal Kantongi Komitmen Investasi di Tiga Sektor
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal mencatat tiga komitmen investasi baru melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan dari sektor kulit sintetis, garment, dan perhotelan.
Direktur Eksekutif KEK Kendal Juliani Kusumaningrum mengatakan tiga komitmen tersebut tidak hanya menambah aktivitas bisnis, tetapi juga memperluas ekosistem di kawasan.
“Kami memandang ketiga komitmen ini bukan hanya sebagai peningkatan aktivitas bisnis di kawasan industri, tetapi juga sebagai bagian dari bagaimana ekosistem Kawasan Ekonomi Khusus Kendal terus berkembang,” kata Juliani dalam keterangannya, dikutip Kamis (10/9).
Tiga perusahaan yang menandatangani MoU yakni Anhui Anli Materials Technology Co. Ltd. untuk pengembangan industri kulit sintetis, Zhejiang Tongli Clothing Co. Ltd. untuk industri garment, serta PT Padimas Surya Makmur untuk pengembangan hotel bintang empat di kawasan KEK Kendal.
Anhui Anli Materials Technology merupakan perusahaan asal Hefei, China yang bergerak di bidang produksi polyurethane synthetic leather dan polyurethane composite materials.
Perusahaan yang berdiri sejak 1994 itu memiliki 40 lini produksi dengan kapasitas tahunan 88,5 juta meter polyurethane composite materials dan 70.000 ton polyurethane resin.
Produk perusahaan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti alas kaki, furnitur, tas, perlengkapan olahraga, interior kendaraan, hingga kemasan. Anli juga telah mengekspor produknya ke lebih dari 80 negara dan wilayah.
Masuknya Anli ke KEK Kendal diharapkan dapat memperkuat rantai pasok sejumlah industri yang telah berkembang di kawasan, termasuk fashion, footwear, furnitur, dan manufaktur lainnya.
Sementara itu, Zhejiang Tongli Clothing Co. Ltd. akan mengembangkan industri garment di KEK Kendal. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Tongli Clothing Alliance yang bergerak dalam manufaktur pakaian dengan model original equipment manufacturer (OEM) dan original design manufacturer (ODM).
Tongli memproduksi sejumlah kategori pakaian, termasuk fashion wear, yoga wear, dan activewear. Perusahaan tersebut juga menerapkan model produksi Quick Response untuk menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar.
Kehadiran perusahaan garment tersebut akan menambah aktivitas pada ekosistem industri fashion yang telah berkembang di KEK Kendal.
Adapun PT Padimas Surya Makmur, yang merupakan tenant eksisting di KEK Kendal, akan melakukan ekspansi usaha melalui pembangunan hotel bintang empat di dalam kawasan.
Pengembangan hotel tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akomodasi seiring bertambahnya perusahaan, tenaga kerja, dan aktivitas bisnis di kawasan industri. Pengelolaannya akan menggandeng operator hospitality berpengalaman.
Juliani megatakan, pertumbuhan industri akan diikuti kebutuhan terhadap berbagai layanan pendukung, mulai dari tenaga kerja dan rantai pasok hingga hospitality, area komersial, dan layanan bisnis.
“Ketika industri tumbuh, kebutuhan kawasan juga ikut berkembang,” ujarnya.
Juliani mengatakan pengembangan tersebut diarahkan agar KEK Kendal tidak hanya menjadi lokasi operasional industri, tetapi juga memiliki ekosistem bisnis yang lebih lengkap.
