Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membujuk Rusia agar mau berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus alias KEK.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang Jawa Tengah, pada Kamis (20/3). Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang di Jawa Tengah, yang diharapkan dapat menarik investasi sebesar Rp 75,8 triliun dan menyerap 58.145 tenaga kerja
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan indeks efisiensi investasi nasional atau ICOR dapat ditekan menjadi 4% pada 2028.
Pemerintah berupaya untuk membuka layanan penerbangan dari sejumlah bandara domestik maupun internasional agar dapat melayani penerbangan langsung menuju ke KEK sektor pariwisat
Menko Airlangga mengusulkan BRI dan BSI sebagai bullion bank utama Indonesia, menyusul pembangunan KEK Gresik yang akan menghasilkan 60 ton emas per tahun dan mendukung hilirisasi keuangan emas.
Menko Airlangga Hartarto, mengemukakan pengembangan KEK sebagai langkah vital pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% di tengah kondisi geopolitik yang dinamis.
Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencatat realisasi investasi secara kumulatif telah mencapai Rp 242,5 triliun hingga kuartal III 2024. Bagaimana perkembangannya?