Pemerintah Kurasi153 UMKM untuk IPO di BEI

Tia Dwitiani Komalasari
18 September 2026, 07:26
Pengunjung berada di dekat layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (14/8/2026). IHSG ditutup naik 0,56% ke 6.337 pada perdagangan sesi pertama dengan rincian sebanyak 292 s
Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berada di dekat layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (14/8/2026). IHSG ditutup naik 0,56% ke 6.337 pada perdagangan sesi pertama dengan rincian sebanyak 292 saham menguat, 297 saham terkoreksi, dan 196 saham lainnya tidak bergerak.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengkurasi 153 perusahaan usaha menengah yang dinilai berpotensi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui program RISE TO IPO 2026.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan 153 perusahaan tersebut merupakan peserta rangkaian program yang digelar di Surabaya, Makassar, dan Bandung.

"Setelah memperoleh pemahaman dasar mengenai IPO, perusahaan yang memenuhi kriteria akan mengikuti proses kurasi untuk mendapatkan pendampingan yang lebih intensif," ujar Bagus dalam keterangan kementerian di Jakarta, Kamis (18/9).

Program RISE TO IPO 2026 diawali di Surabaya pada 18 Juni 2026 dengan melibatkan 50 perusahaan, kemudian dilanjutkan di Makassar pada 16 Juli sebanyak 45 perusahaan, dan Bandung pada 31 Agustus sebanyak 58 perusahaan.

Saat ini, seluruh perusahaan yang mengikuti rangkaian kegiatan di tiga kota tersebut berada dalam tahap kurasi untuk menilai kelayakan, kesiapan bisnis, serta potensi perusahaan melanjutkan proses menuju penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Perusahaan yang terpilih dalam Intensive Bootcamp RISE TO IPO akan memperoleh pendampingan lebih lanjut bersama praktisi pasar modal. Pendampingan mencakup pembenahan aspek legal, keuangan, tata kelola, serta strategi yang diperlukan dalam persiapan menuju IPO.

Bagus mengatakan program tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai peluang pendanaan melalui pasar modal, tetapi juga mendorong usaha menengah memperkuat fundamental bisnis sebelum mengakses sumber pembiayaan tersebut.

"Perusahaan perlu mempersiapkan fundamental bisnis, tata kelola, aspek keuangan, dan legalitasnya secara bertahap," katanya pula.

Setelah melalui tahapan pendampingan dan memenuhi kesiapan yang diperlukan, perusahaan peserta akan diarahkan mengikuti program IDX Incubator 2027 sebagai bagian dari pembinaan lanjutan.

Kementerian UMKM bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam program RISE TO IPO 2026 untuk memperluas edukasi pasar modal kepada usaha menengah sekaligus membuka alternatif sumber pendanaan bagi pengembangan usaha.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...