IMIP Pangkas Produksi Nikel Imbas Kekeringan karena El Nino

Mela Syaharani
24 September 2026, 10:47
El Nino, PT IMIP, nikel
Situs IMIP
Fasilitas pemurnian (smelter) di pusat pengolahan nikel, yakni Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memangkas jumlah produksinya karena dampak El Nino.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Fasilitas pemurnian (smelter) di pusat pengolahan nikel, yakni Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memangkas jumlah produksinya. Hal ini disebabkan oleh kekeringan yang dipicu El Nino membuat pasokan air yang digunakan sebagai pendingin dan pelindung alat berkurang.

IMIP merupakan pengelola kawasan industri berbasis nikel dengan rantai industri terpanjang di dunia yang terletak di Morowali, Sulawesi Tengah. Melansir laman linkedin IMIP, kawasan ini memiliki produk utama yakni nikel, stainless steel, dan carbon steel.

Menurut laporan Bloomberg, pemangkasan produksi di IMIP diumumkan kepada perusahaan-perusahaan yang berada dalam kawasan tersebut pekan lalu. Pemangkasan ini dilakukan untuk produksi nickel pig iron (NPI), yang merupakan bahan baku pembuatan baja anti karat.

Berdasarkan sumber Bloomberg, volume produksi yang terdampak kondisi tersebut bisa mencapai hampir sepertiganya atau sekitar 100 ribu ton NPI. Menurut Wood Mackenzie Ltd., kapasitas produksi IMIP mencapai 350 ribu ton per bulan dan 4,2 juta ton per tahun.

Meski angka produksi berkurang, namun Bloomberg melaporkan hal ini dapat membantu menghentikan penurunan harga nikel, yang telah merosot sekitar 18% di London Metal Exchange (LME) dari level tertingginya pada awal Mei. Harga nikel di LME naik sebanyak 1,1% pada Selasa setelah kabar tersebut muncul.

Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia yang menyumbang lebih dari produksi global. Nikel merupakan produk yang dibutuhkan dalam ekosistem baterai kendaraan listrik. Sebagian besar nikel tersebut diproses di kawasan industri seperti Morowali. 

IMIP sebelumnya memperingatkan pada awal bulan ini bahwa produksi dapat dipangkas 30% hingga 40% jika kondisi pasokan air tidak membaik. 

Tidak hanya smelter, IMIP juga memiliki industri pendukung yang terdiri atas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara, pabrik mangan, silikon, chrome, kapur, kokas, serta pelabuhan dan bandara. IMIP didapuk menjadi penghasil nikel terbesar di Asia Tenggara sejak 2018, mengalahkan Vale Indonesia.

Kawasan industri ini tercipta berkat kerja sama antara perusahaan Indonesia yakni Bintang Delapan Group dengan perusahaan Cina bernama Tsingshan Steel Group. PT IMIP mulai beroperasi sejak 19 September 2013.

IMIP memiliki persetujuan prinsip bernomor 263/1/IP-PB/PMA/2015 pada 29 Januari 2015. Pemegang saham IMIP ini terdiri dari Shanghai Decent Investment (Group) sebesar 46,69%, PT Sulawesi Mining Investment 25%, dan PT Bintang Delapan Investama sebanyak 25,31%.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...