MRT Jakarta Siapkan 10 Proyek TOD Baru, Ini Daftar Lokasinya

Kamila Meilina
25 September 2026, 16:15
Penumpang berada di dalam transportasi umum Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, Selasa (26/5/2026). PT MRT Jakarta menargetkan masyarakat bisa menggunakan layanan MRT dari Bundaran HI hingga Monas pada akhir 2027.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye
Penumpang berada di dalam transportasi umum Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, Selasa (26/5/2026). PT MRT Jakarta menargetkan masyarakat bisa menggunakan layanan MRT dari Bundaran HI hingga Monas pada akhir 2027.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan 10 proyek Transit-Oriented Development (TOD)  yang terhubung dengan jaringan MRT Jakarta. Proyek-proyek itu berlokasi di   kawasan Lebak Bulus, Blok M, Dukuh Atas, Bundaran HI, Thamrin, Glodok hingga Kota Tua.

TOD merupakan konsep penataan kawasan perkotaan yang terintegrasi langsung dengan transportasi. Proyek yang disiapkan meliputi pengembangan properti, kawasan mixed-use, serta penguatan konektivitas antarmoda. 

Division Head Property Management MRT Jakarta M Iqbal Bimo Arifianto mengatakan, pengembangan kawasan di sekitar stasiun MRT tidak hanya diarahkan untuk pembangunan properti, tetapi juga memperkuat konektivitas dan aktivitas kawasan.

"Prinsip dari MRT Jakarta adalah mengelola kawasan sekitar MRT Jakarta," kata Iqbal dalam Media Fellowship Program bertajuk Mengelola Aset, Menghidupkan Kawasan, Membangun Kota di Jakarta, Kamis (24/9).

Berdasarkan data MRT Jakarta, 10 proyek TOD yang disiapkan terdiri dari The Heritage Hub Kalibesar, UPK Kota Development, Lada Development, Combined Building, XGL Mixed-Use, Thamrin Asset Development, Extended Concourse, Pedestrian Deck, Ultimate Development Blok M, serta Lebak Bulus Park and Ride and Mixed Use.

Sejumlah proyek itu berada di kawasan Kota Tua, termasuk The Heritage Hub Kalibesar, UPK Kota Development, Lada Development, Combined Building dan XGL Mixed-Use yang berada di area Glodok-Kota.

Sedangkan proyek lainnya mencakup Thamrin Asset Development dan Extended Concourse berlokasi di Thamrin, Pedestrian Deck di Dukuh Atas, Ultimate Development Blok M, serta Lebak Bulus Park and Ride and Mixed Use.

Lebak Bulus Jadi Kawasan Mixed-Use

Salah satu proyek yang disiapkan berada di Lebak Bulus. MRT Jakarta berencana mengembangkan area yang saat ini digunakan sebagai park and ride menjadi kawasan mixed-use.

Iqbal mengatakan, fasilitas park and ride di Lebak Bulus masih akan digunakan dalam beberapa tahun ke depan. Namun, dalam pengembangan selanjutnya, kawasan tersebut berpotensi memiliki fungsi yang lebih beragam.

"Ke depannya akan berubah menjadi sebuah kawasan yang mixed-use juga," ujar Iqbal.

Pengembangan itu nantinya tetap mengutamakan konektivitas dengan Stasiun MRT Lebak Bulus. Adapun jenis properti yang akan dikembangkan masih dalam tahap kajian. Ia menyebut sejumlah kemungkinan, seperti apartemen, hotel, perumahan, hingga rumah susun.

MRT Jakarta juga tengah mempertimbangkan pengembangan konektivitas dari stasiun menuju kawasan di sekitarnya. Saat ini, Stasiun MRT Lebak Bulus sudah terhubung dengan Point Square melalui jembatan dan terdapat peluang pengembangan konektivitas lebih lanjut.

Konsep park and ride juga tetap menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan Lebak Bulus. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan MRT menuju pusat kota.

Ultimate Development Blok M

Setelah Lebak Bulus, pengembangan TOD juga diarahkan ke Blok M melalui proyek Ultimate Development Blok M. Kawasan tersebut saat ini telah dikembangkan sebagai Blok M Hub. Menurut Iqbal, Ultimate Development Blok M masih dalam proses dan menjadi salah satu proyek yang relatif dekat untuk diluncurkan setelah proyek Pedestrian Deck.

Selain Blok M, MRT Jakarta menyiapkan Pedestrian Deck di Dukuh Atas dan Extended Concourse di Bundaran HI. Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari aset MRT Jakarta yang nantinya akan dikelola, termasuk dari sisi kawasan, tenant, dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya.

"Pedestrian Deck sudah disebutkan, Extended Concourse juga sudah disampaikan pada saat beberapa pertemuan sebelumnya. Itu adalah dua aset yang nanti akan dioperasionalkan, atau kita lakukan pengelolaan," kata Iqbal.

Pengembangan hingga Kota Tua

Pengembangan TOD MRT Jakarta juga diarahkan ke kawasan utara Jakarta, termasuk Kota Tua dan Glodok. Namun, pengembangan di kawasan tersebut masih membutuhkan waktu karena berkaitan dengan perluasan jaringan MRT menuju Kota.

Iqbal mengatakan MRT Jakarta menargetkan jaringan MRT dapat mencapai Kota pada 2029. Karena itu, pengembangan kawasan di sekitar stasiun tersebut juga disiapkan mengikuti perkembangan jaringan MRT.

"Memang kita akan planning 2029 ketika Kota sudah sampai sana," ujarnya.

Untuk sejumlah aset di kawasan Kota Tua, MRT Jakarta telah melakukan diskusi dengan pemilik aset dan calon mitra. Pengembangan kawasan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi.

Iqbal mengatakan salah satu konsep yang tengah dikaji adalah compound building yang dapat menggabungkan fungsi hotel dan restoran serta ruang untuk aktivitas kawasan. Bentuk akhir pengembangan tersebut masih dalam tahap pembahasan.



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...