Toyota Kaji Kesiapan Jelang Penerapan TKDN Mobil Listrik 60% Mulai 2027

Kamila Meilina
30 September 2026, 10:10
Toyota, TKDN, kendaraan listrik
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU
Pengunjung melihat produk terbaru mobil listrik Toyota New bZ4x Touring yang dipamerkan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (1/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) masih mengkaji kesiapan perusahaan untuk memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (BEV) sebesar 60% yang mulai berlaku pada 2027.

Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan perusahaan masih melakukan kajian terkait target tersebut, termasuk berdiskusi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami masih terus melakukan kajian terkait target tersebut, termasuk berdiskusi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain,” kata Nyoman di kawasan Pabrik TMMIN Karawang, Selasa (29/9). 

Aturan ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023, kewajiban TKDN kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda empat ditetapkan sebesar 40% pada periode 2022-2026. Persentase tersebut kemudian meningkat menjadi 60% pada 2027-2029 dan minimal 80% mulai 2030 dan seterusnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian Patria Junjungan Monangdo mengatakan unsur baterai menjadi salah satu bagian penting untuk mengejar target TKDN berikutnya.

“Yang menjadi topik krusialnya juga adalah baterai,” kata Patia, dalam diskusi yang diadakan oleh Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) di Jakarta, Jumat (30/1).

Produksi Komponen Baterai Berkontribusi pada TKDN

Produksi komponen baterai di dalam negeri dapat memberikan kontribusi terhadap TKDN sesuai dengan tingkat lokalisasinya. Pengemasan baterai di Indonesia dapat memberikan tambahan 10%, sedangkan produksi housing dan wiring harness memberikan tambahan 20%.

Adapun produksi battery management system (BMS) di dalam negeri dapat memberikan tambahan 30%. Sementara itu, produksi sel baterai secara lokal menjadi salah satu bagian penting untuk meningkatkan tingkat kandungan lokal kendaraan listrik.

TMMIN telah mulai memproduksi kendaraan BEV melalui Toyota bZ4X pada akhir 2025. Langkah itu melanjutkan produksi kendaraan elektrifikasi Toyota di Indonesia. Sebelumnya, TMMIN telah memproduksi Kijang Innova Zenix Hybrid pada 2022 dan Yaris Cross Hybrid pada 2023.

Pada 2026, Toyota kembali memperluas produksi kendaraan elektrifikasi melalui Veloz Hybrid Electric Vehicle (HEV). 



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...