Pelindo Targetkan Pangkas 17 Anak Usaha, Rampung Akhir 2026
PT Pelindo telah menargetkan pengurangan atau pemangkasan (streamlining) 17 entitas usaha. Berdasarkan data BP BUMN, dari 41 entitas akan dipangkas menjadi 24 anak usaha saja.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan dari jumlah tersebut, sebelas perusahaan telah menyelesaikan aksi korporasi sementara enam entitas lainnya ditargetkan selesai hingga 31 Desember 2026. Penataan dilakukan melalui berbagai skema, antara lain merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi.
Dony mengatakan, transformasi Pelindo masih akan berlangsung dalam jangka panjang dan diawali dengan penyederhanaan struktur entitas sebelum dilanjutkan dengan penataan model bisnis.
“Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar,” ujar Dony dalam siaran pers, Rabu (30/9).
Selain penyederhanaan jumlah entitas, Pelindo juga mengubah model parenting dari strategic holding menuju active management. Melalui perubahan tersebut, Pelindo akan mengambil peran lebih langsung dalam pengelolaan kegiatan operasional utama, dengan pembagian peran yang lebih jelas antara holding, regional, service line, dan entitas usaha.
Dony menilai transformasi tersebut dapat dilakukan secara lebih terintegrasi melalui konsolidasi di bawah Danantara.
“Melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan,” ujarnya.
Dia berharap penataan tersebut tidak berhenti pada pengurangan jumlah entitas, tetapi berlanjut pada pembentukan struktur dan model bisnis Pelindo yang lebih sederhana, efektif, serta mampu memperkuat kinerja grup secara keseluruhan.
Pelindo Cetak Laba di Semester I 2026
Pada semester pertama tahun 2026, Pelindo mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp2,57 triliun. Angka ini naik 60,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan aktivitas operasional di pelabuhan. Hingga Juni 2026, arus peti kemas Pelindo mencapai sekitar 9,96 juta TEUs atau tumbuh 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan volume layanan tersebut menunjukkan pertumbuhan kinerja berjalan seiring dengan aktivitas ekonomi riil melalui pergerakan barang di pelabuhan.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan pertumbuhan laba Pelindo terutama didorong oleh peningkatan pendapatan yang sejalan dengan kinerja operasional, serta pengelolaan biaya yang semakin disiplin.
“Pertumbuhan laba Pelindo ditopang oleh kombinasi antara peningkatan pendapatan yang sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional dan pengendalian beban usaha yang lebih disiplin,” ujar Achmad dikutip dari Antara.
