Kinerja Industri Minuman Catat Ekspansi Imbas El Nino

Kamila Meilina
6 Oktober 2026, 11:05
Warga membeli produk makanan di salah satu minimarket, Kota Ternate Maluku Utara, Jumat (16/12/2022). Menteri Perindustrian mengatakan industri makanan dan minuman mampu tumbuh 3,57 persen (year on year) dan mencatatkan diri sebagai sub sektor dengan ko
ANTARA FOTO/Andri Saputra/YU/foc.
Warga membeli produk makanan di salah satu minimarket, Kota Ternate Maluku Utara, Jumat (16/12/2022). Menteri Perindustrian mengatakan industri makanan dan minuman mampu tumbuh 3,57 persen (year on year) dan mencatatkan diri sebagai sub sektor dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada kuartal III tahun 2022 yaitu sebesar 38,69 persen.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Industri minuman mencatat kinerja ekspansif pada September 2026. Salah satu penyebabnya karena kebutuhan masyarakat akan produk minuman meningkat di tengah cuaca panas akibal El Nino. Selain itu, tren produk minuman sehat dan kebutuhan untuk bencana juga mendorong kinerja industri tersebut.

Ekspansi ini tercatat dalam Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Kementerian Perindustrian pada September 2026.  Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Yulia Astuti mengatakan kondisi cuaca memberikan dampak berbeda terhadap subsektor industri agro. 

Di satu sisi, sejumlah sektor mengalami tekanan, tetapi di sisi lain kondisi tersebut mendorong ekspansi pada industri minuman.

“Di satu sisi mempengaruhi sektor kayu, percetakan juga mempengaruhi, tapi di sisi lain ini meningkatkan ekspansi daripada industri minuman,” kata Yulia dalam rilis IKI September di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (30/9). 

Cuaca yang lebih panas dan berlangsung lebih panjang meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap hidrasi. Kondisi itu kemudian mendorong permintaan terhadap produk minuman, terutama air minum dalam kemasan (AMDK).

Yulia mengatakan permintaan juga meningkat untuk memenuhi kebutuhan dalam penanganan bencana yang terjadi di Indonesia. Stabilitas pasokan dan harga bahan baku kemasan plastik yang menjadi komponen terbesar pada produk AMDK juga turut mendukung optimisme pelaku industri untuk melanjutkan peningkatan kinerja.

Tren Minuman Sehat

Selain faktor cuaca, industri minuman ringan juga beradaptasi dengan perubahan tren dan preferensi konsumen terhadap produk yang lebih sehat.

Yulia mengatakan produsen mulai menghadirkan lebih banyak pilihan minuman rendah gula maupun tanpa gula. Tren hidup sehat tersebut turut memengaruhi produksi industri minuman.

“Industri ini beradaptasi terhadap tren dan preferensi konsumen atas produk minuman yang lebih sehat dengan menghadirkan adanya beberapa pilihan varian rendah dan tanpa gula,” ujarnya.

Data Kemenperin menunjukkan IKI subsektor industri minuman pada September 2026 masih berada dalam fase ekspansi, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Pelaku industri juga menerapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan kinerja, antara lain efisiensi operasional dari sisi produksi dan distribusi serta penggunaan kemasan daur ulang.

Sementara itu, secara keseluruhan IKI industri pengolahan pada September 2026 tercatat 51,93, masih berada di atas level 50 yang menandakan fase ekspansi. Namun, angka tersebut turun 0,37 poin dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 52,30 dan turun 1,09 poin dibandingkan September 2025 sebesar 53,05.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...