Bulog Raup Laba Rp 2,4 Triliun, akan Bangun Pabrik Karung Plastik

Kamila Meilina
9 Oktober 2026, 13:54
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramadhani menimbang ulang beras kemasan usai Peluncuran Gerakan Pangan Murah Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kantor Pos Indonesia Fatmawati, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramadhani menimbang ulang beras kemasan usai Peluncuran Gerakan Pangan Murah Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kantor Pos Indonesia Fatmawati, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal menyatakan perusahaan telah mencatat laba Rp 2,4 triliun hingga akhir September 2026. Momentum ini akan dimanfaatkan untuk membentuk pabrik plastik kemasan. 

Capaian itu berdasarkan hasil peninjauan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) per 26 September 2026. Laba tercatat sebagai capaian yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog berdiri. 

“Per akhir September bisa profit Rp 2,4 triliun dan diprediksikan di akhir tahun bisa tembus Rp 3 triliun,” kata Rizal di kantornya, Jumat (9/10).

Capaian laba didorong margin 7% serta penghematan biaya bunga pinjaman. Sebelumnya, perusahaan plat merah ini mendapatkan komitmen penurunan bunga kredit dari Himpunan Bank-Bank Negara alias Himbara. 

Semula suku bunga kredit sebesar 7% dipangkas Himbara menjadi 5%, kemudian pemerintah memberikan subsidi suku bunga setelah penurunan itu sebesar 2%. Demikian, Bulog hanya menanggung biaya bunga sebesar 3%. 

Penghematan biaya bunga itu, ditambah margin yang diperoleh perusahaan, menjadi salah satu faktor yang mendorong kinerja keuangan Bulog hingga September 2026.

Siapkan Pabrik Karung Plastik

Rizal mengatakan Bulog akan menggunakan momentum perbaikan kinerja keuangan untuk menjalankan sejumlah aksi korporasi. Salah satunya dengan membangun pabrik karung plastik untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan.

Menurut dia, kebutuhan karung plastik Bulog sangat besar. Namun, selama puluhan tahun berdiri, perusahaan belum memiliki pabrik karung plastik sendiri.

“Kami heran, Bulog berdiri sekian puluh tahun tidak punya pabrik karung plastik, padahal kebutuhan karung luar biasa. Nah, kita akan bangun pabrik karung plastik,” ujar Rizal.

Pembangunan pabrik direncanakan di sejumlah pulau besar Indonesia. Adapun proyek percontohan alias pilot project pertama direncanakan di Jakarta. 

Selain pembangunan pabrik karung plastik, Bulog akan menghidupkan kembali unit pengolahan gabah dan beras (UPGB) yang infrastrukturnya mengalami kerusakan.

Revitalisasi itu bertujuan meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk Bulog. Perusahaan juga berencana memperbarui infrastruktur agar proses produksi dapat berjalan lebih modern dan masif.

Aksi korporasi lainnya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Rizal mengatakan Bulog akan memberikan kesempatan kepada pegawainya untuk menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Bahkan, perusahaan berencana menyekolahkan sejumlah pejabat eselon I di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan dan jejaring para pejabat perusahaan.

Rizal belum merinci nilai investasi yang disiapkan untuk pembangunan pabrik karung plastik maupun revitalisasi UPGB. Ia juga belum menyebutkan lokasi proyek percontohan secara lebih spesifik selain Jakarta.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...