Mendag Sebut Harga Cabai Naik karena Faktor Cuaca

Mela Syaharani
15 Oktober 2026, 12:09
harga, cabai, inflasi, kemarau
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.
Warga memilih cabai rawit di salah satu pedagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan harga cabai naik imbas kondisi cuaca panas pada musim kemarau berpengaruh terhadap produksi cabai di Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengatakan harga cabai rawit mengalami kenaikan cukup tinggi pada minggu pertama Oktober 2026, yakni mencapai 10,21%.

Harga rata-rata nasional untuk komoditas cabai rawit mencapai Rp 86.846 per kilogram (kg) pada awal Oktober 2026. Pada bulan sebelumnya Rp 78.802 per kg. Sementara itu, Harga Acuan Penjualan (HAP) untuk cabai rawit ditetapkan Rp 57.000 per kg.

“(Naik) karena memang cuacanya seperti ini. Kami sudah komunikasi dengan asosiasi petani cabai, kami minta agar produksinya terus ditingkatkan dan menjaga distribusinya,” kata Budi saat ditemui usai acara Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10).

Dia menyebut penjagaan penyaluran agar merata juga perlu dilakukan sebab sentra distribusi cabai hanya ada di daerah tertentu. Budi mengatakan kenaikan harga ini pasti terjadi di wilayah yang jauh dari sentra.

Meski harga cabai melambung, harga bahan pokok lainnya seperti telur Rp 26.700 per kg, atau masih berada di bawah harga acuan yang mencapai Rp 30.000 per kg. Hal ini juga terjadi pada daging ayam yang harganya masih sesuai acuan sebesar Rp 40.000 per kg.

Budi mengatakan pemerintah akan terus menjaga agar harga produk atau bahan pangan bisa terus terkendali dan pasokannya cukup. Langkah ini juga dilakukan oleh Kementerian Perdagangan melalui koordinasi bersama Kementerian atau Lembaga lainnya, termasuk juga dengan produsen, pemasok, hingga distributor. 

Walaupun harga cabai mahal, Budi optimis harga bahan pokok secara keseluruhan dapat turun di akhir tahun ini.

“Optimis (harga turun) karena sebetulnya kebanyakan (barang pokok) masih relatif saya dengan harga acuan. Harga cabai naik karena musimnya seperti ini sehingga banyak produksi kita yang turun,” ujarnya.

Tren Kenaikan Harga Cabai Bisa Berlanjut hingga Akhir Tahun

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono sebelumnya mengatakan kenaikan harga cabai rawit tersebut membuat selisih harga dengan batas atas HAP semakin lebar. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena tren kenaikan harga dapat berlanjut hingga akhir tahun.

Ateng menyebut apabila kenaikan harga cabai rawit tidak segera dikendalikan, harga pada Desember 2026 dapat semakin jauh dibandingkan posisi Desember 2025.

"Jika cabai rawit selalu meningkat maka jika dibandingkan year-on-year-nya kondisi akhir tahun Desember ini, khawatir semakin jauh dibandingkan Desember tahun 2025 yang dampaknya akan terjadi inflasi secara tahunan," kata Ateng dikutip dari Antara.

Dia mengatakan kondisi serupa juga perlu diwaspadai pada cabai merah. Menurutnya, kenaikan harga kedua komoditas tersebut perlu dikawal agar tidak memberikan tekanan lebih besar terhadap inflasi pada akhir tahun.

Harga rata-rata nasional untuk komoditas cabai merah mencapai Rp 63.913 per kilogram pada awal Oktober 2026, sedangkan pada bulan sebelumnya Rp 57.383 per kilogram. Sementara HAP untuk cabai rawit ditetapkan Rp 55.000 per kilogram.

BPS mencatat kenaikan harga cabai rawit pada minggu pertama Oktober terjadi di 259 kabupaten/kota. Sementara cabai merah mengalami kenaikan di 292 kabupaten/kota.

Ateng menekankan pengendalian harga kedua komoditas tersebut menjadi penting menjelang akhir tahun. Pasalnya, apabila harga pada Desember 2026 lebih tinggi secara signifikan dibandingkan Desember 2025, kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan inflasi secara tahunan.

"Kalau tidak dikawal maka kondisi Desember 2026 akan jauh dibandingkan Desember 2025, artinya inflasi tahunannya bisa jadi terdorong naik karena cabai merah dan juga saya sebutkan tadi di cabai rawit," ucapnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...