Manajer Kopdes Merah Putih Tetap Terima Gaji Meski Belum Semua Gerai Beroperasi
Manajer koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tetap dipersiapkan menjalankan operasional koperasi meski belum seluruh gerai siap beroperasi. Dalam masa persiapan, manajer yang menandatangani kontrak akan tetap menerima gaji pada November mendatang.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, mengatakan penempatan manajer mempertimbangkan kesiapan bangunan dan kelengkapan gerai.
Sebagian koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi masih menunggu kelengkapan operasional, seperti kendaraan, rak, dan barang dagangan.
”Jadi walaupun belum lengkap tapi dia mempersiapkan operasionalnya itu tadi, kebutuhan permintaan untuk retailnya bagaimana,” ujar dia dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (16/10).
“Gajinya baru masuk tanggal 1. Kita sedang proses diajukan untuk gajian di akhir bulan setelah tanggal 25,” Destry menambahkan.
Adapun besaran gaji yang diberikan pada manajer Kopdes Merah Putih berkisar Rp 6,8 juta hingga Rp 9,3 juta. Destry menyatakan besaran gaji ini disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan sudah termasuk nominal tunjangan umum.
Pemerintah mencatat sebanyak 28.624 calon manajer telah lulus sertifikasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.416 telah menerima surat penawaran kontrak. Sementara itu, sebanyak 26.991 calon manajer disebut telah menandatangani Perjanjian Kontrak Waktu Tetap (PKWT) selama dua tahun.
Terdapat 159 calon manajer yang menolak tawaran. Dari jumlah sisanya, 1.550 orang disebutnya sempat terkendala proses administrasi, namun pemerintah memberikan kesempatan penawaran alias offering ulang.
“Jadi ternyata mereka menyesal sudah menyesal menolak dan Agrinas melakukan proses penawaran 3 lokasi lagi yang sudah tersedia,” kata dia.
Kemenkop mencatat lebih dari 17.000 manajer telah ditempatkan. Namun, bukan berarti seluruh koperasi sudah beroperasi secara penuh karena sebagian masih membutuhkan kelengkapan.
Selama menunggu kesiapan gerai, para manajer dipersiapkan untuk mengelola kebutuhan operasional, termasuk merencanakan permintaan barang untuk gerai ritel dan mengonsolidasikan produk yang akan dijual. Mereka juga telah mendapatkan peningkatan kapasitas untuk mendukung persiapan tersebut.
