Danantara Mau Sulap 12 Wilayah Jadi Kota Smart City, Ini Daftarnya
BP BUMN bersama Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia tengah mempercepat pembangunan 12 kawasan kota masa depan atau smart city. Aksi itu direncanakan bakal dimulai groundbreaking pada Desember 2026.
Saat ini persiapan pembangunan itu baru mencakup penyiapan lahan, pembentukan tim, dan penyusunan master plan. Pada tahap awal, penyusunan master plan akan diprioritaskan di tiga lokasi, yakni Walini, Batang, dan Medan. Sejumlah lokasi lain yakni Tuban dan Subang juga masuk dalam identifikasi pengembangan.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyebut pembangunan kota masa depan itu membutuhkan struktur organisasi dan tim pelaksana yang kuat dan juga didukung tenaga ahli berpengalaman.
Ia menyebut proyek jumbo itu dari skala investasi dan kompleksitas pembangunan kotanya jauh lebih besar dibandingkan pembangunan fasilitas komersial biasa. Ia mengatakan setiap proyek harus memiliki struktur pengelolaan yang jelas, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
“Setiap project itu nanti ada struktur project-nya karena investasinya kan gede dan itu project bukan bangun hotel, tapi bangun kota. Makanya yang di atas ini expert-expert, yang di bawah itu nanti organisasinya yang eksekutornya yang kuat-kuat juga,” ujar Dony dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/11).
Dony menegaskan, pemerintah akan menerapkan standar kualitas tinggi dalam pembangunan 12 kawasan tersebut agar dapat menjadi ikon Indonesia. Penyusunan master plan akan melibatkan tenaga ahli dan arsitek kompeten, termasuk perencana kawasan bertaraf internasional.
Langkah ini juga diharapkan menghasilkan kawasan dengan desain dan perencanaan yang tidak hanya modern, tetapi juga berkualitas.
“Kami harus menjadi ikonnya Indonesia apapun yang kita kerjain, makanya kami kerjain dengan benar, master plan-nya benar, yang arsiteknya benar,” ujar Dony.
Dony berharap pengembangan 12 smart city akan mengintegrasikan berbagai fasilitas perkotaan, mulai dari hunian, universitas, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga infrastruktur dan utilitas kota. Konsep ini dirancang untuk menciptakan kawasan modern dengan penataan fasilitas dan infrastruktur yang terintegrasi.
Tak hanya itu, Dony mengatakan bersama PT Kota Masa Depan Indonesia, BP BUMN dan Danantara juga menargetkan pengembangan kawasan tersebut menjadi pusat hunian sekaligus ekosistem industri, investasi, dan aktivitas ekonomi baru.
