Pemerintah Cina Tolak Kesepakatan TikTok di AS Imbas Tarif Impor Baru Trump
Otoritas Cina menolak untuk menyetujui kesepakatan pemisahan aset TikTok di Amerika Serikat imbas pemberlakuan tarif impor baru yang diumumkan pemerintah AS terhadap barang-barang asal China. Kebijakan itu disampaikan oleh dua sumber dari otoritas Cina seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (5/4).
Sebelumnya, kesepakatan soal TikTok sudah hampir final pada 2 April. Rencana itu mencakup pemisahan operasi TikTok di AS ke dalam perusahaan baru yang berbasis di Amerika. Dalam kesepakatan itu mayoritas sahamnya akan dimiliki oleh investor AS.
ByteDance, induk perusahaan TikTok yang berbasis di China, disebut akan tetap memiliki 20% saham dalam struktur kepemilikan baru itu. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa kesepakatan itu telah disetujui oleh para investor TikTok, baik yang lama maupun yang baru, serta oleh ByteDance dan otoritas Amerika Serikat.
Kemudian, pada Jumat (4/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan TikTok terus beroperasi di AS selama 75 hari ke depan. Kebijakan ini muncul seiring dengan negosiasi terkait akuisisi platform tersebut terus berlangsung.
Pada hari yang sama, ByteDance menyatakan bahwa pihaknya tengah berdiskusi dengan pemerintah AS untuk mencari solusi terkait keberlangsungan operasional aplikasi video pendek tersebut di wilayah Amerika. Sementara itu, pada Rabu lalu, Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan tarif dasar sebesar 10% terhadap semua barang impor ke AS, yang mulai berlaku pada 5 April.
Selain itu, tarif yang lebih tinggi dan bersifat resiprokal akan diberlakukan pada 9 April untuk negara dan wilayah yang memiliki defisit perdagangan terbesar dengan AS. NBC News pada Jumat juga melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui isi perundingan, bahwa pengumuman Trump mengenai tarif resiprokal telah mengganggu kesepakatan atas divisi TikTok di AS. Padahal, sebelumnya kesepakatan itu disebut telah disetujui oleh pemerintah China.
