AS Beri Sinyal Negosiasi dengan Asia Terancam Alot

Image title
9 Mei 2025, 13:10
as, negosiasi, perang dagang
BBC
Presiden AS Donald Trump
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Howard Lutnick mengatakan kesepakatan dagang dengan Korea Selatan dan Jepang dapat memakan waktu lebih lama dibandingkan kerangka perjanjian AS-Inggris. Pernyataan Lutnick tersebut seolah memberikan sinyal bahwa beberapa negara mitra dagang AS di Asia harus menunggu kesepakatan keringanan tarif.

"Anda harus menghabiskan banyak waktu dengan Jepang dan Korea Selatan. Ini tidak akan menjadi kesepakatan yang cepat," ujar Lutnick seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (9/5).

Setelah pengumuman kesepakatan tarif dagang dengan Inggris, lanjutnya, negara berikutnya yang berpeluang besar bisa mencapai kesepakatan adalah India. Namun, dia memproyeksikan bahwa untuk mencapai hal itu banyak pekerjaan yang harus ditempuh.

"Ketika Anda berbicara tentang India, mungkin ada 7.000 baris tarif yang harus diubah atau dimodifikasi berdasarkan kesepakatan hipotetis. Itu hanya butuh waktu, dan itu hanya butuh kerja keras. Jadi, beri kami kesempatan, jangan memaksa dan terburu-buru," kata Lutnick.

Lutnick berharap kesepakatan awal dapat berfungsi sebagai contoh bagi masing-masing wilayah, membantu menggambarkan konsesi yang diinginkan Trump sebagai imbalan atas keringanan tarif.

"Kami mencoba menunjukkan kepada orang-orang kerangka kerja tentang cara berbisnis sehingga kami dapat bergerak lebih cepat, bukan?" kata Lutnick.

Lebih lanjut, Lutnick mengatakan bahwa tarif dasar Trump sebesar 10 persen tetap menjadi 'garis bawah'. Namun, banyak negara akan mengalami tarif yang lebih tinggi kecuali mereka bergerak agresif untuk membuka ekonomi.

Dia menambahkan kesepakatan Inggris menunjukkan cara-cara agar negara-negara dapat melihat Trump mencabut tarif sektoral yang dikenakannya pada produk-produk seperti mobil dan logam yang dianggap presiden sebagai prioritas keamanan nasional.

Lutnick berbicara beberapa jam setelah Trump mengungkap kerangka perjanjian yang memberi AS akses pasar yang lebih besar dan proses bea cukai yang lebih cepat untuk ekspor dengan imbalan keringanan terbatas dari pungutan atas mobil, baja, dan aluminium.

Namun, pejabat di Inggris dan AS mengakui masih ada rincian penting yang harus diselesaikan, serta kekhawatiran yang belum terselesaikan tentang masalah yang sudah berlangsung lama seperti pajak layanan digital dan standar pangan Inggris.

Setelah pengumuman tersebut, Trump mengatakan bahwa dia sangat dekat untuk menandatangani lebih banyak perjanjian. "Kami memiliki banyak kesepakatan," kata Trump.

Trump mengungkapkan kesepakatan Inggris tersebut sesaat sebelum Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dijadwalkan berangkat ke Jenewa, untuk pertemuan akhir pekan dengan pejabat Cina terkait perdagangan.

AS dan Cina telah saling mengenakan tarif yang memberatkan menyusul pengumuman Trump awal tahun ini, dalam aksi saling balas yang mengancam ekonomi global. Upaya itu kemungkinan jauh lebih rumit daripada upaya Trump untuk mendapatkan konsesi dari sekutu dan mitra tradisional, meskipun pada hari Kamis, Trum  mengisyaratkan ia bersedia mengurangi tarif jika pembicaraan berjalan dengan baik.

"Saya pikir kita akan memiliki hubungan yang sangat baik," katanya.

Neraca Perdagangan AS

Berdasarkan data Trading Economics, neraca perdagangan AS mengalami defisit sebesar US$ 140,5 miliar pada Maret 2025. Angka ini mencapai rekor tertinggi baru, dibandingkan dengan perkiraan kekurangan US$ 137 miliar. Sementara, impor melonjak 4,4% ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 419 miliar dalam antisipasi pengumuman tarif lebih lanjut pada bulan April.

Pembelian meningkat untuk persiapan farmasi, mobil penumpang, dan aksesori komputer tetapi menurun untuk bentuk logam jadi, emas nonmoneter, dan minyak mentah. Sementara itu, ekspor naik tipis 0,2% tetapi juga mencapai rekor US$ 278,5 miliar, dipimpin oleh mobil penumpang, gas alam, emas nonmoneter, dan aksesori komputer tetapi menurun untuk pesawat sipil.

Defisit perdagangan AS melebar tajam dengan Uni Eropa sebesar minus US$ 48,3 miliar, terutama Irlandia minus US$ 29,3 miliar, dan Vietnam minus US$ 14,1 miliar tetapi menyempit dengan China minus US$ 24,8 miliar, Swiss minus US$ 14,7 miliar dan Kanada minus US$ 4,9 miliar dan sedikit berubah dengan Meksiko pada US$ 16,7 miliar.

Sedangkan, data CEIC menunjukkan sepanjang 2024 nilai ekspor AS ke Indonesia hanya US$ 10,2 miliar. Sementara, nilai impor AS dari Indonesia mencapai US$ 29,5 miliar, sehingga AS mencetak defisit US$ 19,3 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...