Trump Turunkan Tarif Impor 15% untuk Uni Eropa, Ada Kontrak Beli Migas - Senjata

Yuliawati
Oleh Yuliawati
28 Juli 2025, 07:22
Presiden AS Donald Trump.
ANTARA FOTO/REUTERS/Tom Brenner/File Photo/AWW/dj
Presiden AS Donald Trump.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Amerika Serikat menurunkan tarif dagang dengan Uni Eropa sebesar 15% pada Minggu (27/7) waktu setempat. Kesepakatan ini setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen setelah bertemu selama satu jam di lapangan golf mewah Trump di barat Skotlandia.

Trump menurunkan separuh dari ancamannya tarifnya ke Uni Eropa. Kesepakatan ini menghindari perang dagang yang besar antara kedua sekutu yang menyumbang hampir sepertiga dari perdagangan global.

“Saya pikir ini adalah kesepakatan terbesar yang pernah dibuat,” kata Trump kepada wartawan, dikutip dari Reuters, Senin (28/7). 

Trump mengatakan persekutuan 27 negara Eropa berjanji berinvestasi di Amerika sebesar US$600 miliar (setara Rp 9.815 triliun). Selain itu bakal meningkatkan pembelian energi sekitar US$750 miliar (setara Rp 12.269 triliun) dan peralatan militer AS.

Trump mengatakan kesepakatan dengan Uni Eropa melebihi kesepakatan investasi US$550 miliar yang ditandatangani dengan Jepang pekan lalu.

Von der Leyen, yang menggambarkan Trump sebagai negosiator yang tangguh, mengatakan tarif 15% diterapkan “secara menyeluruh”, kemudian mengatakan bahwa itu “yang terbaik yang bisa kita dapatkan.”

“Kita memiliki kesepakatan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia, dan ini adalah kesepakatan besar. Ini adalah kesepakatan yang sangat besar. Ini akan membawa stabilitas. Ini akan membawa kepastian,” katanya.

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyambut baik kesepakatan ini, mengatakan akan menghindari konflik perdagangan yang akan sangat memukul ekonomi Jerman yang selama ini bergantung pada ekspor dan sektor otomotif.

Produsen mobil Jerman, VW, Mercedes, dan BMW, merupakan beberapa yang paling terdampak oleh tarif 27,5% AS atas impor mobil dan suku cadang yang saat ini berlaku.

Namun, kesepakatan tarif dasar 15% masih akan dianggap terlalu tinggi oleh banyak pihak di Eropa, dibandingkan dengan harapan awal Eropa untuk mendapatkan kesepakatan tarif nol.

Bernd Lange, anggota Partai Sosial Demokrat Jerman yang memimpin komite perdagangan Parlemen Eropa, mengatakan tarif tersebut tidak seimbang dan investasi UE yang besar ke AS kemungkinan akan membebani blok tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...