Dimediasi Malaysia, Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata Tanpa Syarat

Muhamad Fajar Riyandanu
28 Juli 2025, 19:13
PM Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim, konflik thailand-kamboja, thailand, kamboja, gencatan senjata
ANTARA FOTO/Media Center KTT ASEAN 2023/Rommy Pujianto/foc.
PM Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim mengumumkan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Thailand dan Kamboja sepakat melangsungkan gencatan senjata tanpa syarat yang  berlaku mulai malam ini (28/7). Kesepakatan ini diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim.

Anwar menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers setelah menggelar pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai, dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet di Kuala Lumpur, Malaysia pada Senin (28/7).

“Kami melihat perkembangan yang sangat positif dan hasil yang menjanjikan bagi Kamboja dan Thailand,” ujar Anwar didampingi oleh Phumtham dan Hun Manet, dikutip dari Al Jazeera, Senin (28/7). 

Menurut Anwar, kesepakatan gencatan senjata ini akan ditindaklanjuti secara teknis oleh pertemuan antara komandan militer kedua negara yang dijadwalkan pada Selasa, 29 Juli besok. “Ini adalah langkah awal yang krusial menuju penurunan eskalasi dan pemulihan perdamaian serta keamanan,” ujar Anwar.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan, pertemuan berlangsung sangat baik dan menghasilkan kesepahaman yang progresif. Ia berharap hasil forum itu dapat segera menghentikan pertumpahan darah dan menyelamatkan lebih banyak nyawa di perbatasan Kamboja-Thailand. “Ini pertemuan yang sangat baik dan hasil yang sangat positif,” ujar Hun Manet.

Hal serupa juga dikatakan oleh Plt Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai. Phumtham, yang sempat meragukan ketulusan Kamboja menjelang negosiasi di Malaysia, menyampaikan bahwa Thailand mendukung pelaksanaan gencatan senjata secara tulus. “Thailand setuju dengan gencatan senjata yang akan dilaksanakan secara tulus dan penuh itikad baik oleh kedua belah pihak,” kata Phumtham.

Juru Bicara Pemerintah Thailand Jirayu Houngsub sebelumnya mengatakan, pertemuan dua pimpinan Thailand-Kamboja berlangsung di Kantor Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Anwar bertindak sebagai fasilitator dialog dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN. Laporan Reuters melaporkan para duta besar Amerika Serikat dan Cina untuk Malaysia juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Adapun Inisiatif perdamaian ini didorong oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menggunakan ancaman tarif dagang agar gencatan senjata tercapai. Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan bahwa perundingan tersebut diselenggarakan bersama oleh Malaysia dan Amerika Serikat. Selain itu, Cina juga akan berpartisipasi di dalamnya.

"Tujuan pertemuan ini adalah untuk mencapai 'gencatan senjata' segera, yang diprakarsai oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh Perdana Menteri Kamboja dan Thailand," ujar Hun Manet dalam sebuah unggahan di X saat ia berangkat menuju perundingan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...