Iran Klaim Serang 27 Aset AS dan Israel di Timur Tengah
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang 27 markas serta aset Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah. Serangan ini adalah gelombang keenam dari "Operasi Janji Sejati 4" yang dilakukan sejak Israel-AS menyerang Iran, Sabtu (28/2).
IRGC mengatakan aksi termasuk serangan pada Pangkalan Udara Tel Nof, markas komando tentara Israel di HaKirya, serta kawasan industri pertahanan di Tel Aviv.
Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional Iran Ali Larijani mengatakan rakyat Iran menolak pemecahbelahan negaranya.
"Kalian telah membakar hati rakyat Iran, kami akan membakar hati kalian," kata Ali dalam keterangannya, dikutip dari kantor berita resmi IRNA, Minggu (1/3).
Larijani juga menyatakan Iran telah memperingatkan AS lewat Kedutaan Besar Swiss bahwa agresi apapun akan berujung pada penargetan markas militer AS. Dia mengatakan pasukannya telah menyiapkan sumber daya untuk terus melanjutkan operasi.
Ali Larijani adalah salah satu orang terdekat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameini yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel. Saat ini, Majelis Para Ahli Iran dalam proses mencari pengganti Khameini.
Selain Khamenei, dua pejabat Iran turut meninggal dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS). Keduanya adalah Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani dan Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Mohammad Pakpour.
Serangan gabungan AS-Israel turut menargetkan kediaman Khamenei di Teheran, Iran. Sebuah citra satelit dari Airbus menunjukkan kerusakan pada kompleks kediamannya setelah serangan.
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan ada 201 orang meninggal dalam serangan pada Sabtu (28/2), termasuk korban dalam penyerangan di dua sekolah dasar. Selain itu, ada 747 orang luka-luka dalam serangan yang berdampak ke 24 provinsi Iran ini.
