Pasukan IRGC Iran Buru 11 Ribu Tentara AS di Timur Tengah

Muhamad Fajar Riyandanu
13 Maret 2026, 15:13
Asap membubung setelah ledakan di tengah kota Teheran, Iran, Jumat (6/3/2026).
(ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.)
Asap membubung setelah ledakan di tengah kota Teheran, Iran, Jumat (6/3/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyerukan kepada warga di sejumlah negara Arab untuk memberikan informasi mengenai lokasi pasukan militer Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di berbagai wilayah Timur Tengah.

Dalam pernyataan tersebut, IRGC menyebut sekitar 11 ribu tentara AS berada di berbagai negara di kawasan itu. Sebagian di antaranya dilaporkan tinggal di hotel dan penginapan pribadi.

Melansir kantor berita yang berbasis di Teheran, West Asia News Agency (WANA), pada Jumat (13/3), pesan tersebut juga mendesak warga di negara-negara Arab agar tidak menyediakan tempat tinggal bagi pasukan militer AS. IRGC juga meminta warga melaporkan setiap penampakan maupun informasi terkait keberadaan mereka.

Dalam pernyataan tersebut, IRGC menuduh AS berupaya menggunakan warga negara di kawasan Arab sebagai apa yang mereka sebut sebagai ‘perisai manusia’. IRGC juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi tempat tinggal mereka karena pasukan Amerika Serikat akan menjadi sasaran serangan tempur.

Pernyataan itu ditutup dengan permintaan agar warga melaporkan secara akurat lokasi pasukan AS dan mengirimkan informasi tersebut melalui Telegram. Markas Besar Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, mengidentifikasi enam tentara AS tewas dalam konflik Iran. Militer AS telah mengonfirmasi identitas enam tentara yang tewas dalam konflik tersebut.

Mereka tewas ketika sebuah sistem pesawat tanpa awak atau drone menghindari pertahanan udara dan menghantam pusat komando di Port Shuaiba, Kuwait, pada Minggu pekan lalu.

Komando Pusat Amerika Serikat atau US Central Command awalnya menyatakan tiga tentara tewas dalam serangan tersebut. Namun jumlah korban tewas meningkat dua kali lipat setelah satu orang meninggal akibat luka-lukanya dan dua jenazah lainnya ditemukan di reruntuhan.

Keenam orang yang diidentifikasi Pentagon tersebut merupakan anggota Army Reserve atau Cadangan Angkatan Darat yang menurut situs resminya menyediakan dukungan logistik bagi operasi militer AS yang lebih luas.

“Mereka semua dengan berani menjadi sukarelawan untuk membela negara kita, dan pengorbanan mereka tidak akan pernah dilupakan,” kata Menteri Angkatan Darat AS Daniel Driscoll dalam sebuah pernyataan, sebagaimana diberitakan oleh BBC pada 5 Maret

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...