Iran Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2026
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) optimistis dapat tampil di ajang FIFA World Cup 2026 atau Piala Dunia 2026 setelah menggelar pertemuan dengan delegasi FIFA di Istanbul, Turki.
Presiden FFIRI Mehdi Taj mengatakan pihaknya sebelumnya mengajukan sejumlah syarat agar Iran dapat mengikuti turnamen tersebut dengan aman dan lancar. Beberapa syarat yang diajukan Iran antara lain akses masuk ke Amerika Serikat bagi pemain dan staf yang pernah tergabung dalam Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), penggunaan bendera serta lagu kebangsaan Iran selama turnamen, hingga peningkatan pengamanan.
“Kami mengadakan pertemuan yang positif dan konstruktif dengan FIFA,” ujar Taj dalam pernyataan resmi FIFA, dikutip Senin (18/5). Pertemuan yang berlangsung pada 16 Mei ini dipimpin Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström.
Ia menambahkan kedua pihak membahas berbagai kekhawatiran Iran sekaligus menyatakan komitmen bersama untuk memastikan kelancaran partisipasi Team Melli di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Taj sempat ditolak masuk ke Kanada saat menghadiri Kongres FIFA karena riwayat keterlibatannya di IRGC, organisasi yang dikategorikan sebagai kelompok teroris oleh AS dan Kanada.
Meski demikian, FIFA memberikan sinyal positif terkait keikutsertaan Iran di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut. Grafström mengatakan FIFA dan FFIRI telah melakukan pembahasan konstruktif terkait berbagai aspek operasional.
“Kami mengadakan pertemuan yang sangat baik dan konstruktif bersama Federasi Sepak Bola Iran. Kami bekerja sama dengan erat dan sangat menantikan kehadiran mereka di Piala Dunia FIFA 2026,” kata Grafström.
Sebagai tanda persiapan yang terus berjalan, pelatih timnas Iran Amir Ghalenoei juga telah merilis daftar sementara 30 pemain untuk Piala Dunia.
Iran dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Gambia di Antalya, Turki sebelum bertolak ke Tucson, Arizona sebagai lokasi pemusatan latihan.
Dalam fase grup Piala Dunia 2026, Iran akan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, sebelum bertemu Belgia dan Mesir dalam laga berikutnya.

