Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain Usai Digempur Amerika
Iran meluncurkan serangan balasan dengan menggempur pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain. Hal ini dilakukan setelah Washington menyerang sejumlah target militer Iran menyusul insiden jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz.
Menurut laporan The Guardian, Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan drone terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat dan markas Armada Kelima AS (US Fifth Fleet) yang berada di Bahrain. Serangan ini memicu sirene peringatan serangan udara dan imbauan keselamatan bagi warga di wilayah tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengeluarkan peringatan serangan udara, dan mendesak warga untuk berlindung.
“Sirene peringatan telah diaktifkan. Kami mendesak warga dan penduduk untuk tetap tenang, menuju ke lokasi aman terdekat, dan mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi,” kata Kementerian Dalam Negeri Bahrain dikutip dari The Guardian, Rabu (10/6).
Sementara itu, The Times melaporkan bahwa pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain menjadi sasaran serangan drone Iran, setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Iran. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Eskalasi terbaru ini bermula setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter Apache militer AS di dekat Selat Hormuz. Sebagai respons, militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah sistem pertahanan udara, radar, dan fasilitas militer Iran di Provinsi Hormozgan.
Pemerintah AS menyebut operasi tersebut sebagai respons yang ‘proporsional dan terbatas’ terhadap apa yang disebut sebagai agresi Iran.
The Guardian melaporkan, serangan Amerika menyasar sejumlah instalasi militer di wilayah Sirik dan Bandar Abbas, termasuk sistem radar dan pertahanan udara Iran.
Konflik terbaru ini juga terjadi ketika berbagai pihak masih berupaya mempertahankan gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran. The Guardian mencatat bahwa ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, Israel, dan Hizbullah telah mempersulit upaya diplomatik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
