Di WCS 2026 Singapura, Jakarta Perkuat Kerjasama Menuju Kota Global

Try Surya Anditya
Oleh Try Surya Anditya - Tim Publikasi Katadata
18 Juni 2026, 16:39
Gubernur Pramono promosikan transformasi Jakarta di World Cities Summit (WCS) 2026
Dok. Pemprov DKI Jakarta
Gubernur Pramono promosikan transformasi Jakarta di World Cities Summit (WCS) 2026
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan ajang World Cities Summit (WCS) 2026 di Singapura untuk memperluas kerja sama internasional sekaligus menarik investasi guna mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global.

Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Juni 2026 itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mempromosikan berbagai proyek strategis, mulai dari pengembangan transportasi publik hingga kawasan berbasis transit atau Transit-Oriented Development (TOD).

Kehadiran Pramono di Singapura memiliki arti strategis. Selain mewakili Jakarta, ia juga menjalankan mandat sebagai Vice Chair C40 Cities untuk kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania. 

Forum tersebut mempertemukan para pemimpin kota dunia untuk membahas berbagai solusi atas tantangan perkotaan, mulai dari keberlanjutan lingkungan hingga peningkatan kualitas layanan publik.

Dalam forum C40 Mayoral Convening dan berbagai agenda WCS, Jakarta menegaskan komitmennya membuka peluang investasi untuk mendukung pembangunan kota yang lebih berkelanjutan.

"Jakarta terbuka terhadap investasi pembiayaan hijau dan kemitraan pemerintah dengan swasta untuk mendukung upaya pendinginan perkotaan. Namun, upaya tersebut juga memerlukan dukungan dari sistem keuangan global," ujar Pramono.

Tawarkan Investasi MRT dan TOD kepada Singapura

Salah satu agenda penting selama kunjungan tersebut adalah pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong di Istana Perdana Menteri Singapura pada Senin (15/6). Dalam kesempatan itu, Pramono menawarkan peluang investasi pada sejumlah proyek strategis Jakarta, termasuk pengembangan TOD serta MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4.

Menurut dia, pengalamannya selama dua periode menjabat sebagai Sekretaris Kabinet merupakan modal dalam membangun komunikasi dengan mitra internasional sekaligus menjembatani kebijakan pusat dan daerah.

“Pengalaman saya sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode dan kini sebagai Gubernur Jakarta memungkinkan saya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah. Hal ini penting untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi para investor,” imbuhnya.

Pramono menilai investasi di Jakarta menawarkan prospek yang besar mengingat posisi kota ini sebagai pusat ekonomi nasional dan salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara.

“Berinvestasi di Jakarta saat ini berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Arus investasi yang mengalir ke Jakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia, memperkuat perekonomian ASEAN, serta menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura,” jelasnya.

Pramono juga menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui regulasi yang jelas dan proses yang lebih efisien.

“Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen untuk mempermudah investasi, dengan aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten. Saya meyakini kepercayaan dan kolaborasi yang kita perkuat hari ini akan membawa kita pada kesuksesan bersama,” papar Pramono.

Selain bertemu Lawrence Wong, Pramono juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Chee Hong Tat dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan. Pembahasan mencakup investasi, pengembangan kawasan perkotaan, transportasi publik, penguatan kapasitas aparatur, hingga tata kelola kota berkelanjutan.

Menurut Pramono, Jakarta membutuhkan lebih banyak kemitraan strategis menjelang usia kota yang ke-500 tahun.

“Jakarta sedang menyiapkan lompatan baru menjelang usia 500 tahun. Untuk itu, kami membutuhkan lebih banyak kemitraan strategis dan investasi yang mampu mempercepat transformasi kota. Pertemuan dengan Pemerintah Singapura ini membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di bidang transportasi, pengembangan kawasan, penguatan kapasitas aparatur, hingga investasi yang memberikan manfaat langsung bagi warga Jakarta,” urainya.

Sementara itu, Vivian Balakrishnan menilai hubungan Jakarta dan Singapura memiliki fondasi yang kuat, tercermin dari tingginya konektivitas kedua kota.

“Jakarta adalah kota dengan energi dan dinamika yang luar biasa. Lebih dari 200 layanan penerbangan setiap pekan menghubungkan Singapura dan Jakarta, mencerminkan kehangatan serta kedekatan hubungan antarmasyarakat. Gubernur Pramono dan saya berdiskusi dengan baik tentang bagaimana kedua kota dapat melakukan lebih banyak kerja sama, termasuk di bidang tata kelola perkotaan dan keberlanjutan,” kata Vivian.

Kemajuan Layanan Publik di Forum Kota Dunia

Di samping melakukan serangkaian pertemuan bilateral, Pramono tampil dalam Mayors Forum: Providing Reliable and Efficient Municipal Services yang dihadiri sekitar 100 pemimpin kota dunia.

Dalam forum ini, ia memaparkan berbagai capaian Jakarta dalam meningkatkan layanan publik sebagai fondasi menuju kota global.

Di sektor transportasi, cakupan layanan transportasi publik Jakarta telah mencapai 92,5 persen. Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp4,2 triliun pada 2026 untuk memperluas layanan Transjabodetabek. 

Jakarta juga melanjutkan pembangunan jaringan MRT hingga 46,5 kilometer pada 2034 dan LRT hingga 21,8 kilometer pada 2029. Selain itu, pusat TOD baru di Dukuh Atas direncanakan beroperasi pada 2027 melalui kerja sama dengan Shenzhen Metro.

Pada sektor pendidikan, program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul telah menjangkau lebih dari 723 ribu pelajar dan mahasiswa. Pemprov DKI juga menyediakan pendidikan gratis di 103 sekolah swasta. 

Sementara di bidang kesehatan, layanan Pasukan Putih untuk lansia dan penyandang disabilitas serta layanan konseling gratis JakCare terus diperluas. Pramono menegaskan bahwa berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun Jakarta yang lebih inklusif dan layak huni.

“Target kami bukan sekadar masuk Top 50 Global City. Yang lebih penting adalah memastikan investasi, transportasi publik, dan pembangunan kawasan benar-benar membuat hidup warga Jakarta menjadi lebih mudah, lebih nyaman, dan lebih produktif,” jelasnya. 

Pramono menambahkan, perjalanan Jakarta menuju kota global masih membutuhkan banyak pembenahan. 

“Kami masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Namun, kami tetap berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota global yang lebih layak huni bagi semua,” tuturnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...