Trump Klaim AS Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela, Terbesar dalam Sejarah

Ahmad Islamy
29 Agustus 2026, 15:49
Trump
Youtube Katadata
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, saat menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB pada Selasa (23/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengeklaim Washington telah memperoleh kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela. Kontrol itu didapat AS melalui kesepakatan baru yang melibatkan pemerintah kedua negara dan sektor swasta.

Dilansir dari AP, Trump menyebut perjanjian tersebut sebagai kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia. Ia juga mengeklaim transaksi itu akan membuat cadangan minyak AS meningkat lebih dari dua kali lipat serta membantu menurunkan harga bensin di dalam negeri.

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Jumat (28/8) waktu AS. Kesepakatan itu disebut tercapai melalui negosiasi yang melibatkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio; Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth; Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, serta; mitra dari sektor swasta.

“Amerika Serikat baru saja mengadakan sebuah perjanjian dengan Venezuela mengenai kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia,” tulis Trump di akun media sosialnya, dikutip Sabtu (29/8).

Dia mengatakan, perjanjian itu memberikan AS kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela. Namun, Gedung Putih belum memerinci struktur kepemilikan, perusahaan yang akan terlibat, maupun mekanisme pengelolaan cadangan minyak tersebut.

Menurut Trump, transaksi tersebut tidak akan menggunakan dana pembayar pajak AS. Ia mengklaim kesepakatan itu akan memperbesar pasokan minyak dan memberikan dampak jangka panjang terhadap harga bahan bakar.

“Transaksi bersejarah ini akan meningkatkan cadangan minyak Amerika lebih dari dua kali lipat, meningkatkan pasokan minyak kami secara signifikan, dan secara substansial menurunkan harga bensin bagi seluruh warga Amerika dalam jangka panjang,” tulis Trump.

Investasi Swasta Hampir US$ 100 Miliar

Kesepakatan tersebut menjadi langkah besar bagi Washington untuk memperluas akses terhadap industri minyak Venezuela, negara yang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, melalui unggahan di platform X mengungkapkan bahwa perjanjian itu diproyeksikan membawa investasi swasta hampir US$ 100 miliar ke Venezuela. Investasi tersebut diharapkan dapat mendukung penciptaan lapangan kerja sekaligus membantu membangun kembali perekonomian Venezuela.

Laporan Reuters menyebut kesepakatan tersebut berpotensi membuka akses jangka panjang bagi perusahaan-perusahaan AS terhadap sejumlah ladang minyak Venezuela. Pemerintah Venezuela juga tengah mempersiapkan pemberian hak eksplorasi dan produksi baru kepada sejumlah perusahaan, terutama perusahaan asal Amerika Serikat.

Dikatakan bahwa rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Washington menghidupkan kembali industri minyak Venezuela yang selama bertahun-tahun mengalami penurunan akibat kurangnya investasi, persoalan infrastruktur, dan ketidakpastian politik.

Meskipun memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, produksi Venezuela masih jauh di bawah potensinya. Produksi minyak negara Amerika Latin itu diperkirakan hanya sekitar 1,25 juta barel per hari setelah bertahun-tahun mengalami kekurangan investasi dan tekanan terhadap industri energinya

Venezuela Dapat Apa?

Pertanyaan terbesar dari kesepakatan tersebut adalah keuntungan yang akan diperoleh Venezuela sebagai imbalan atas pemberian kendali mayoritas kepada kepentingan AS. Trump dalam pengumumannya tidak menjelaskan secara terperinci pembagian keuntungan dalam transaksi tersebut. Namun, laporan terbaru menyebut kesepakatan itu mencakup pengembangan sejumlah ladang minyak strategis dengan investasi swasta dalam skala besar.

Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez menyatakan, kesepakatan itu dapat memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi negaranya. Sejumlah laporan menyebut pengembangan ladang minyak itu dapat menghasilkan investasi lebih dari US$ 100 miliar serta meningkatkan penerimaan negara hingga lebih dari US$ 209 miliar bagi Venezuela.

Trump sendiri mengatakan kesepakatan itu akan memperkuat hubungan antara Washington dan Caracas. “Transaksi ini akan sangat memperkuat hubungan yang sudah berkembang antara Venezuela dan Amerika Serikat,” tulis Trump lagi.

Taruhan Trump Tekan Harga Bensin di AS

Kesepakatan minyak dengan Venezuela juga memiliki dimensi politik domestik bagi Trump. Harga bensin menjadi salah satu isu yang diperhatikan Pemerintah AS menjelang pemilihan paruh waktu pada November nanti. Trump berharap akses terhadap cadangan minyak Venezuela dapat memperbesar pasokan bagi AS dan membantu menekan harga bahan bakar.

Kesepakatan tersebut juga berpotensi memperkuat posisi cadangan energi AS. Apalagi, pemerintah Negeri Paman Sam memang tengah mencari tambahan pasokan minyak setelah cadangan minyak strategis negara itu berada pada level yang rendah dibandingkan beberapa dekade terakhir.

Namun, tantangan implementasi kesepakatan masih besar. Industri minyak Venezuela membutuhkan investasi besar untuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan produksi. Selain itu, struktur hukum kepemilikan sumber daya minyak di Venezuela berpotensi menjadi salah satu hambatan dalam pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Dengan begitu, kesepakatan senilai puluhan miliar dolar AS tersebut bukan hanya menjadi taruhan ekonomi bagi Venezuela. Tetapi juga bagian dari strategi Trump untuk mengamankan pasokan energi, memperluas pengaruh AS di Amerika Latin, dan meredam tekanan politik akibat tingginya harga bahan bakar di dalam negeri.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...