Minta Maaf, Sukmawati Anggap Puisinya Refleksi Keprihatinan

Dimas Jarot Bayu
4 April 2018, 16:45
Sukmawati
ANTARA FOTO/Agus Bebeng
Sukmawati Soekarnoputri usai mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/5/2017).

Sukmawati Soekarnoputri memberikan klarifikasi atas puisi 'Ibu Indonesia' yang menimbulkan kontroversi di masyarakat. Menurut Sukmawati, puisi tersebut dibacakannya mengikuti tema identitas budaya dalam acara 29 tahun Anne Aventie Berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 2018.

Sukmawati mengatakan, puisi tersebut dibacakan semata-mata adalah pandangan pribadi sebagai seniman dan budayawan. Dia mengklaim bahwa puisi tersebut murni merupakan karya sastra Indonesia.

"Tidak ada niat menghina umat Islam dengan puisi Ibu Indonesia," kata Sukmawati di Restoran Warung Daun, Jakarta, Rabu (4/4).

Sebagai putri Presiden pertama Sukarno, Sukmawati mengklaim dirinya merupakan muslimah yang bersyukur dan bangga mengenal ajaran Islam dari keluarga. "Sukarno juga tokoh yang mendapatkan gelar dari Nahdlatul Ulama sebagai Waliyul Amri Ad Dharuri Bi Assyaukah," kata Sukmawati.

(Baca juga: Puisi Tuai Kontroversi, Sukmawati Didesak Berikan Klarifikasi)

Sukmawati mengatakan, puisinya ditulis sebagai refleksi dari keprihatinannya tentang rasa wawasan kebangsaan. Puisi yang pernah masuk dalam Buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia yang terbit pada 2006 itu dia rangkum semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia.

"Puisi itu juga saya tulis sebagai bentuk dari upaya mengekspresikan diri melalui suara kebudayaan sesuai dengan tema acara," kata dia.

Sukmawati juga menulis puisi tersebut karena tergerakkan oleh cita-cita semakin memahami masyarakat Islam Nusantara yang berkemajuan, sebagaimana cita-cita Sukarno. "Dalam hal ini Islam yang bagi saya begitu agung, mulia, dan indah," kata dia.

Puisi itu, lanjutnya, juga merupakan bentuk penghormatan terhadap Indonesia. Alasannya, Ibu Pertiwi begitu kaya dengan tradisi kebudayaan dalam masyarakat Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Namun begitu, dia menyadari jika puisi Ibu Indonesia telah memantik kontroversi, khususnya di kalangan umat Islam. Karenanya, dia memohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan puisinya.

"Khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia," kata dia sambil menahan tangis.

(Baca juga: Indeks Demokrasi Jakarta Anjlok Drastis Akibat Kampanye Pilgub)

Permintaan maaf juga disampaikan Sukmawati kepada Anne Aventie dan keluarga atas kontroversi yang muncul. Dia pun memberikan apresiasi kepada para perancang busana Indonesia dan berharap tetap berkreasi dan produktif. 

Sementara itu Menteri Agama Lukman Saifuddin mengajak umat Islam memaafkan Sukmawati. “Saya yakin beliau tidak berniat mengusik kenyamanan umat Islam. Saya mengenal beliau dan saya meyakini beliau tidak membenci umat Islam,” kata Lukman dalam pernyataannya di situs resmi Kementerian Agama.

Puisi Ibu Indonesia ini menimbulkan polemik di masyarakat karena menyinggung azan, cadar dan syariat Islam. Sukmawati bahkan dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama.

Polda Metro Jaya menerima laporan Denny AK dengan nomor TBL/1782/IV/2018/PMJ.Dit.Reskrimum. Laporan tersebut tekait dugaan penistaan agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Selain Denny AK, Ketua DPP Hanura Amron Asyhari melaporkan hal yang sama.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...