Tingkat Keterisian RS Covid-19 di Jawa-Bali Sudah Turun di Bawah 60%

Cahya Puteri Abdi Rabbi
12 Agustus 2021, 17:01
Covid-19, Jawa-Bali
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Petugas mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap merapikan mesin sinar ultra violet saat menyiapkan ruangan perawatan di Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit  Covid-19 di Jawa dan Bali mulai mengalami penurunan hingga berada di bawah 60%. Hal ini  merupakan dampak dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kemudian berganti istilah menjadi PPKM Level 4.

“Jadi untuk melihat apakah benar dengan penetapan ini berdampak pada penurunan kasus, berdampak pada angka BOR (tingkat keterisian tempat tidur) di rumah sakit, kita sudah bandingkan dan sandingkan perkembangan BOR isolasi di pulau Jawa dan Bali,” kata Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/8).

Dewi mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur untuk provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten bahkan telah di bawah standar organisasi kesehatan dunia (WHO), yakni di bawah 60%.

Di DKI Jakarta, BOR ruang isolasi rumah sakit Covid-19 saat ini sebesar 31,12%. Dalam satu minggu terakhir terjadi penurunan sebesar 11,50%.

Dewi menambahkan tingkat keterisian ruang isolasi di Jawa Barat saat ini berada di level 35,14%, turun 10,45%. Lalu, tingkat keterisian ruang isolasi di Jawa Tengah juga mengalami penurunan menjadi 40,62% sedangkan tingkat keterisian ruang isolasi di Jawa Timur sebesar 56,15% dan Banten sebesar 35,07%.

“Jadi sudah mampu masuk ke kriteria yang baik, yakni di bawah 60%. Di mana standar WHO itu kan di atas 60% ya itu sudah harus kita wanti-wanti ya,” kata dia.

Namun, masih ada dua provinsi yang tingkat keterisian ruang isolasinya masih di atas 60%, yakni DI Yogyakarta dan Bali. Di Yogyakarta, tingkat keterisian ada di angka 61,87% dan Bali di 74%.

Dewi menyebut, terkait dengan tingkat keterisian ruang isolasi ini dapat beragam meskipun sudah turun karena jumlah ketersediaan tempat tidur di masing-masing provinsi berbeda. “Untuk tempat tidur masih ada dua yang harus tetap hati-hati. Semakin turun kasusnya kita akan melihat tren penurunan juga pastinya di persen BOR isolasi ini,” kata dia.

Di sisi lain, tingkat keterisian ruang ICU di Jawa-Bali masih berada di atas 60% namun tren secara keseluruhan juga mengalami penurunan, kecuali Bali.

Angka keterisian ruang ICU di Bali masih sebesar 80,20% dengan kenaikan 1,27% dalam satu minggu terakhir. Sedangkan di DKI Jakarta, tingkat keterisian ruang ICU sebesar 60,56%, Jawa Barat 64,88%, Jawa Tengah 63,07%, Jawa Timur 72,95%, DI Yogyakarta 65,94%, dan Banten 61,38%.

“Harapan kami jumlah ini masih dapat ditekan lagi, kalau bisa di bawah 60% juga menyusul jumlah keterisian ruang isolasi,” ujarnya.

Penurunan keterisian tempat tidur di rumah sakit ini merupakan kabar menggembirakan mengingat pada awal Juli, angkanya berada di level 80%.

Pada awal Juli, ingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan pasien corona di 6 provinsi di Pulau Jawa melebihi 80% sedangkan di 14 provinsi di luar Jawa dan Bali BOR sberada di angka sekitar 50-80%.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...