Kekebalan 'Super' Masyarakat RI Mulai Terbentuk, Ampuh Lawan Omicron?

Rizky Alika
31 Desember 2021, 13:39
omicron, covid-19, corona, kekebalan
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Antrean masyarakat yang mengenakan masker di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (30/9)

Kementerian Kesehatan tengah menggelar serosurvei antibodi Covid-19. Berdasarkan serosurvei tersebut, terdapat warga yang mengalami super immunity atau memiliki kekebalan tubuh super karena sudah tertular corona varian Delta serta menerima vaksin.

Meski kekebalan mulai terbentuk, mereka tetap bisa tertular Covid-19 varian Omicron. "Potensi tertular kan selalu ada," kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmidzi kepada Katadata.co.id, Jumat (31/12).

Namun, orang dengan kondisi super immunity berpotensi tidak mengalami gejala sakit apabila tertular Omicron. Ia juga bisa tak menularkan virus Covid-19 kepada orang lain lantaran memiliki kekebalan yang lebih baik.

Berdasarkan hasil sementara serosurvei, titer antibodi masyarakat telah terbentuk cukup tinggi. Namun, Nadia belum bisa membocorkan secara rinci berapa persen orang yang memiliki super immunity. "Belum ada (lengkap) datanya," ujar dia.

Adapun, serosurvei antibodi Covid-19 merupakan survei berbasis epidemiologi yang dilakukan dengan pengambilan darah untuk melihat antibodi terhadap virus SARS CoV-2. Penelitian ini dilakukan bersama-sama dilakukan antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan dan Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri.

Badan Litbangkes melakukan penelitian pada wilayah non aglomerasi meliputi 25 provinsi dengan 53 kabupaten/kota. Adapun Badan Litbang Kemendagri melaksanakan penelitian di wilayah aglomerasi yang terdiri dari 9 provinsi.

Petugas Kesehatan Kenakan Topeng Super Hero saat Berikan Suntik Vaksin Anak-anak
Petugas Kesehatan Kenakan Topeng Super Hero saat Berikan Suntik Vaksin Anak-anak (Muhammad Zaenuddin|Katadata)

Hasil studi serupa juga ditemukan di Amerika Serikat. Mengutip studi yang dipublikasi Universitas Kesehatan dan Sains Oregon Amerika Serikat, hasil laboratorium menunjukkan orang yang telah divaksin memiliki respons imun yang tinggi terhadap varian SARS-CoV-2 yang terus bermutasi.

“Vaksin ini sangat efektif melawan penyakit parah," kata asisten profesor mikrobiologi molekuler dan imunologi di OHSU School of Medicine Fikadu Tafesse.

Studi juga menunjukkan, individu yang divaksinasi dan telah terinfeksi Covid-19 memiliki super immunity. Antibodi yang diukur dalam sampel darah dari individu yang telah terinfeksi lebih banyak dan lebih efektif 1.000% daripada individu yang telah dua minggu disuntik Pfizer dua dosis.

Studi ini menggunakan varian SARS-CoV-2 hidup untuk mengukur netralisasi silang serum darah. "Namun kami belum meneliti varian Omicron secara spesifik," kata Tafesse.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rizky Alika

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...